Presiden Jokowi Sambut Baik Penyelamatan Industri Film Nasional
Kamis, 11 Maret 2021 - 09:53 WIB
loading...
A
A
A
Bioskop yang berkontribusi atas 90 persen sumber pendapatan distribusi film Indonesia sejak Maret 2020 telah ditutup sementara dan hingga saat ini masih terdapat lebih dari 50 persen lokasi bioskop di Indonesia yang belum diizinkan beroperasi kembali. Ini menimbulkan stigma negatif di mata masyarakat untuk kembali menonton di bioskop saat sudah diberlakukan pelonggaran atas pembatasan tempat-tempat umum, seperti restoran dan tempat rekreasi lainnya. Berbagai studi internasional menunjukkan sampai saat ini bioskop dianggap relatif aman untuk dikunjungi karena para pelaku usaha bioskop menjalankan protokol kesehatan. Jade Flinn, anggota fakultas dari John Hopkins Medicine menyatakan, “Semua orang menghadap arah yang sama, hal tesebut membantu mengurangi penyebaran virus COVID-19”. Pernyataan serupa juga dikeluarkan oleh Profesor Budi Haryanto, Ketua Satgas Pengendalian Covid-19 dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI). “Sebenarnya risiko penyebaran dalam bioskop lebih kecil kalau dibandingkan dengan restoran. Kita tahu, sampai sekarang tidak banyak yang menunjukkan terjadinya kluster baru dari restoran."
Di samping itu, sistem sirkulasi dan ventilasi udara di bioskop telah didesain sedemikian rupa untuk tetap memasukkan udara segar ke dalam ruangan bioskop. Terlebih, bioskop telah dilengkapi sistem sirkulasi canggih HEPA filter seperti di pesawat udara dan sebagian bioskop bahkan dilengkapi dengan sistem disinfeksi UV-C light untuk semakin membersihkan udara di lingkungan bioskop. Dampak pandemi bagi pekerja film juga sangat besar. Pada 2019 terdapat 129 judul film nasional yang dirilis di bioskop dengan total penonton film nasional sebesar 52 juta orang. Ini berarti satu judul film ditonton sekitar 400 ribu penonton. Dibandingkan dengan kondisi selama Pandemi, data per akhir Februari 2021 menunjukkan terdapat sembilan judul film nasional yang dirilis di bioskop dengan total penonton hanya sekitar 400 ribu orang.
Baca Juga: Jokowi: Isra Miraj Mengingatkan Kita Betapa Besar Kekuasaan Allah SWT
Kerugian penerimaan pajak dari penonton bioskop saja mencapai Rp1,5 triliun dan pendapatan tidak langsung bioskop Rp1,2 triliun. Adanya platform distribusi secara streaming pun belum dapat menopang industri dan nilai pembelian film yang belum dapat menutup biaya produksi, terutama untuk film dengan bujet besar. "Film bukan hanya merupakan komoditas hiburan, tapi juga membawa wajah Indonesia ke dunia internasional. Secara potensi, industri film Indonesia dengan keberagaman budaya dan jumlah penduduk Indonesia sebagai pasar utama sangatlah besar dan karenanya sangat layak untuk diselamatkan," kata Shanty Harmayn, produser film Indonesia.
Di samping itu, sistem sirkulasi dan ventilasi udara di bioskop telah didesain sedemikian rupa untuk tetap memasukkan udara segar ke dalam ruangan bioskop. Terlebih, bioskop telah dilengkapi sistem sirkulasi canggih HEPA filter seperti di pesawat udara dan sebagian bioskop bahkan dilengkapi dengan sistem disinfeksi UV-C light untuk semakin membersihkan udara di lingkungan bioskop. Dampak pandemi bagi pekerja film juga sangat besar. Pada 2019 terdapat 129 judul film nasional yang dirilis di bioskop dengan total penonton film nasional sebesar 52 juta orang. Ini berarti satu judul film ditonton sekitar 400 ribu penonton. Dibandingkan dengan kondisi selama Pandemi, data per akhir Februari 2021 menunjukkan terdapat sembilan judul film nasional yang dirilis di bioskop dengan total penonton hanya sekitar 400 ribu orang.
Baca Juga: Jokowi: Isra Miraj Mengingatkan Kita Betapa Besar Kekuasaan Allah SWT
Kerugian penerimaan pajak dari penonton bioskop saja mencapai Rp1,5 triliun dan pendapatan tidak langsung bioskop Rp1,2 triliun. Adanya platform distribusi secara streaming pun belum dapat menopang industri dan nilai pembelian film yang belum dapat menutup biaya produksi, terutama untuk film dengan bujet besar. "Film bukan hanya merupakan komoditas hiburan, tapi juga membawa wajah Indonesia ke dunia internasional. Secara potensi, industri film Indonesia dengan keberagaman budaya dan jumlah penduduk Indonesia sebagai pasar utama sangatlah besar dan karenanya sangat layak untuk diselamatkan," kata Shanty Harmayn, produser film Indonesia.
(nng)
Lihat Juga :