Beda Fokus Bisnis Tak Halangi Integrasi BRI, PNM, dan Pegadaian

Jum'at, 12 Maret 2021 - 11:23 WIB
loading...
Beda Fokus Bisnis Tak...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Perbedaan fokus bisnis PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk , PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) tidak menjadi masalah bagi ketiga BUMN ini untuk bersinergi demi pengembangan ultra mikro (UMi). Alih-alih berdampak negatif, sinergi justru akan membuat ketiga BUMN ini lebih bisa membawa pengaruh positif bagi pelaku UMKM dan usaha ultra mikro.

Hal ini ditegaskan Anggota Komisi VI DPR RI Deddy Yevri Sitorus, yang mengatakan sinergi BRI, PNM, dan Pegadaian akan membuat peluang masyarakat mengakses fasilitas perbankan lebih terbuka.

Selama ini, dia menilai masih banyak nasabah Pegadaian dan PNM yang kurang mendapat literasi keuangan dan terjangkau layanan perbankan (unbankable).

Baca juga: Pandemi Punya Peran Mempercepat Digitalisasi Perbankan

“Biaya operasional Pegadaian dan PNM akan berkurang karena pengembangan bisnis mereka bisa berjalan satu pintu. Hal ini membuat ekosistem pembiayaan dan pelayanan untuk UMKM serta pelaku UMi dapat berjalan lebih luas serta berkesinambungan,” tutur Deddy dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (12/3/2021).

Politikus PDI Perjuangan ini berkata, sinergi BUMN untuk ultra mikro akan membawa keuntungan dalam jangka panjang. Setiap perusahaan yang akan bersinergi harus memahami hal tersebut.

Dengan sinergi antara BRI, PNM, dan Pegadaian, layanan bagi pelaku usaha ultra mikro diyakini semakin berkembang. Hasilnya, di masa depan pemerintah bisa semakin berkonsentrasi untuk memperkuat daya beli masyarakat untuk menyerap produk-produk UMKM dalam negeri.

Baca juga: Mentor UMKM Bisa Cegah Potensi Ekonomi Digital Rp1.800 Triliun Digondol Asing

“Pembentukan holding ini adalah strategi yang akan memberikan keuntungan dalam jangka panjang. Pembentukan holding pembiayaan ultra mikro adalah kebijakan sangat strategis dalam rangka membentuk ekosistem pembiayaan pelaku usaha ultra mikro secara sistematis dan berkelanjutan,” tuturnya.

Dukungan atas rencana integrasi ekosistem ultra mikro juga disampaikan oleh Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron. Dia mengatakan, pembentukan holding ultra mikro yang melibatkan BRI, Pegadaian dan PNM diharap dapat merekonstruksi ekonomi nasional ke sektor produktif di segmen masyarakat kelas bawah.

“Kami justru mendukung, karena ini bagus untuk rekonstruksi ekonomi nasional. Selama ini masih banyak pembiayaan condong ke sektor korporasi seperti properti besar," sebutnya.

Baca juga: Libur Isra Miraj dan Hari Kejepit Bikin Pengunjung Mal Setengah Membeludak

Herman juga menyampaikan dengan integrasi ini BRI, Pegadaian, dan PNM akan menjadi lebih kuat dari sisi data dan penghimpunan dana masyarakat. Hal ini pada akhirnya akan berdampak pada bunga yang lebih terjangkau dan akselerasi pembiayaan yang lebih kuat ke segmen mikro. Dia berharap, tren ini akan memperbaiki kualitas ekonomi dari sektor ultra mikro sehingga diikuti lebih banyak lagi bank-bank nasional lainnya.

Herman menjelaskan segmen mikro terbukti paling tahan dalam masa pandemi. Shock awal pandemi dapat dibalikkan kembali dengan peningakatan operasional bisnis dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini pun cukup membantu banyak perusahan di sektor keuangan termasuk BRI dalam menjaga kualitas pembiayaan di masa pandemi.

Baca juga: Nah Loh! Ternyata Realisasi TKDN Pertamina Melebihi Target

Di samping itu, Herman menyampaikan Komisi VI pun akan tetap mengawal kinerja holding ultra mikro untuk tetap menjalankan misinya mengembangkan UMKM. "Kami pun juga akan tetap mengawal perusahaan tersebut tetap sehat dan mampu menghasilkan laba yang baik untuk pemegang saham khususnya pemerintah," tegasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Makin Mudah Berinvestasi,...
Makin Mudah Berinvestasi, Pegadaian dan KSEI Gandeng Tangan Kembangkan ETF Emas
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
Satu Seperempat Abad...
Satu Seperempat Abad Menjaga Kepercayaan, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Negeri
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
Melebarkan Sayap Internasional,...
Melebarkan Sayap Internasional, Pegadaian Cetak Kinerja Positif di Timor Leste
Lewat LinkUMKM BRI,...
Lewat LinkUMKM BRI, Zdrink Kembangkan Minuman Cokelat Instan Berbahan Kakao Khas Lampung
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
PNM Komitmen Hadirkan...
PNM Komitmen Hadirkan Layanan Berlandaskan Keadilan Sosial
PNM Peduli Salurkan...
PNM Peduli Salurkan Bantuan Sosial kepada Guru Honorer SDK Wukur di NTT
Rekomendasi
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Kasus Silmy Karim Cs,...
Kasus Silmy Karim Cs, KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved