Neraca Perdagangan Surplus, Rupiah Berpotensi Menguat

Selasa, 16 Maret 2021 - 09:14 WIB
loading...
Neraca Perdagangan Surplus,...
Nilai tukar rupiah diprediksi menguat terhadap dollar AS (USD) pada hari ini. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah diprediksi menguat terhadap dollar AS (USD) pada hari ini. Pengamat pasar keuangan Ariston Tjendra mengatakan, itu dipicu yield obligasi Pemerintah AS bertenor 10 tahun terlihat mengalami koreksi sejak kemarin.

"Saat ini (yield ) berada di kisaran 1,59%," kata Ariston di Jakarta, Selasa (16/3/2021).

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Menyusut Saat Dollar AS Dapat Angin Segar

Terkoreksinya yield ini menurutnya bisa menahan penguatan dolar AS terhadap nilai tukar mata uang negara lainnya. Selain itu, surplus neraca perdagangan Indonesia bulan Maret juga bisa membantu penguatan nilai tukar rupiah. "Rupiah berpeluang menguat hari ini.Potensi kisaran hari ini di Rp14.350-Rp14.450," katanya.

Senada, Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin menilai stimulus AS senilai USD1,9 triliun yang sudah siap dibagikan, akan berpotensi mendorong posisi investor ke aset berisiko. Dengan demikian, potensi pelemahan rupiah dalam beberapa waktu terakhir akan mulai berkurang.

Baca Juga: Gus Baha: Orang yang Ingkar Mikraj adalah Siti Aisyah

Bahkan, kata dia, nantinya rupiah ada peluang untuk mengalami penguatan. "Hitungannya, rupiah akan bergerak pada rentang Rp14.320 - Rp14.450 per dolar AS pada perdagangan Selasa ini," tandasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
Rupiah Jebol Tembus...
Rupiah Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
Rupiah Hampir Tembus...
Rupiah Hampir Tembus Rp18.000, Kapan Purbaya Pencet Alarm Darurat?
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Fenomena Krisis Merayap...
Fenomena Krisis Merayap dan Kelas Menengah Indonesia
Rekomendasi
Jadi Kepala BGN, Nanik...
Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang: Mohon Dikoreksi Kalau Kami Salah
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Pendakian Gunung Meningkat,...
Pendakian Gunung Meningkat, Menhut Siapkan Pengaturan untuk Cegah Kecelakaan dan Sampah
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
Infografis
Marwah Piala Dunia 2026...
Marwah Piala Dunia 2026 Terancam, 5 Negara Berpotensi Absen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved