Tertekan Penguatan Obligasi AS, Rupiah Diprediksi Melemah
Rabu, 17 Maret 2021 - 08:31 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: 1.000 Sekolah Islam Mau Ditutup, MUI Minta Indonesia Berupaya Hentikan Srilanka
"Memang publikasi neraca dagang masih belum bisa meredam volatilitas pasar. Tekanan masih tinggi, terkait sangat erat dengan pergerakan yield US treasury 10 year," jelasnya.
Lalu, pelaku pasar juga tengah menanti hasil rapat bank sentral AS, Federal Reserve (Fed), setelah Presiden AS Joe Biden mengesahkan paket stimulus senilai USD1,9 triliun. "Pasar menunggu sinyal dari The Fed," tandasnya.
"Memang publikasi neraca dagang masih belum bisa meredam volatilitas pasar. Tekanan masih tinggi, terkait sangat erat dengan pergerakan yield US treasury 10 year," jelasnya.
Lalu, pelaku pasar juga tengah menanti hasil rapat bank sentral AS, Federal Reserve (Fed), setelah Presiden AS Joe Biden mengesahkan paket stimulus senilai USD1,9 triliun. "Pasar menunggu sinyal dari The Fed," tandasnya.
(fai)
Lihat Juga :