Survei OECD: Ekonomi RI Diprediksi Hanya Tumbuh 4,9% di 2021
Kamis, 18 Maret 2021 - 17:04 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Survei Ekonomi OECD Indonesia terbaru mengatakan pemulihan dari guncangan ekonomi yang disebabkan oleh Covid-19 akan terjadi secara bertahap dan bergantung pada evolusi situasi kesehatan, dengan risiko penurunan yang cukup besar.
Sekretaris Jenderal OECD Angel Gurría mengatakan, ketidakpastian akan membebani investasi dan pariwisata kemungkinan besar akan tetap tertekan untuk beberapa waktu mendatang.
Dukungan untuk rumah tangga dan perusahaan harus terus berlanjut selama diperlukan, setelah itu upaya harus difokuskan pada membawa lebih banyak pekerja ke dalam perekonomian formal, meningkatkan keterampilan, dan meningkatkan iklim bisnis dan investasi.
Baca juga: RI Jadi Tujuan Investasi Favorit, Menko Airlangga: Pemerintah Terus Dorong Kemudahan Berinvestasi
“Indonesia sedang menghadapi tantangan terberatnya sejak krisis 1997. Dengan reformasi yang tepat, Indonesia dapat memanfaatkan energi dan bakat dari populasi mudanya dan membuat ekonomi bergerak maju lagi,” kata Angel di Jakarta, Kamis (18/3/2022).
Survei memproyeksikan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia akan pulih sebesar 4,9% pada tahun 2021 dan 5,4% pada tahun 2022 setelah penurunan sebesar 2,1% pada tahun 2020.
"Penurunan ini mewakili penurunan 7 poin persentase dari prospek pertumbuhan sebelum krisis tahun 2020 sebesar 5%, yang akan merugikan banyak pihak, termasuk pekerja informal yang tidak memiliki jaring pengaman sosial," katanya.
Sekretaris Jenderal OECD Angel Gurría mengatakan, ketidakpastian akan membebani investasi dan pariwisata kemungkinan besar akan tetap tertekan untuk beberapa waktu mendatang.
Dukungan untuk rumah tangga dan perusahaan harus terus berlanjut selama diperlukan, setelah itu upaya harus difokuskan pada membawa lebih banyak pekerja ke dalam perekonomian formal, meningkatkan keterampilan, dan meningkatkan iklim bisnis dan investasi.
Baca juga: RI Jadi Tujuan Investasi Favorit, Menko Airlangga: Pemerintah Terus Dorong Kemudahan Berinvestasi
“Indonesia sedang menghadapi tantangan terberatnya sejak krisis 1997. Dengan reformasi yang tepat, Indonesia dapat memanfaatkan energi dan bakat dari populasi mudanya dan membuat ekonomi bergerak maju lagi,” kata Angel di Jakarta, Kamis (18/3/2022).
Survei memproyeksikan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia akan pulih sebesar 4,9% pada tahun 2021 dan 5,4% pada tahun 2022 setelah penurunan sebesar 2,1% pada tahun 2020.
"Penurunan ini mewakili penurunan 7 poin persentase dari prospek pertumbuhan sebelum krisis tahun 2020 sebesar 5%, yang akan merugikan banyak pihak, termasuk pekerja informal yang tidak memiliki jaring pengaman sosial," katanya.
Lihat Juga :