Pengusaha Sudah Dapat Banyak Insentif, Buruh: Masa THR Dicicil?
Jum'at, 19 Maret 2021 - 13:31 WIB
loading...
Buruh meminta agar THR tahun ini tak lagi dicicil dan diberikan secara penuh. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersuara lantang menentang mekanisme cicilan untuk Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini. KSPI juga mewanti-wanti agar THR tidak dipotong oleh pengusaha.
Baca Juga: Aturan THR Pekerja Swasta Keluar Pertengahan Puasa
"Lebaran saja enggak ada dicicil. Silahkan didiskusikan nilai THR-nya, bukan sistemnya yang diberikan, ini saja ribuan perusahaan yang menjanjikan cicil THR belum sepenuhnya lunas," ujar Presiden KSPI Said Iqbal dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Jumat (19/3/2021).
Dia menegaskan, jika THR dicicil dan ditetapkan tidak 100%, tentunya daya beli buruh semakin turun. Sementara, harga-harga bahan pokok saat ini kian melambung tinggi.
"Cabai sudah naik sampai ratusan ribu per kg, telur juga naik. Itu makanan pokok, apalagi menjelang puasa dan Lebaran, buruh ditekan, harga pangan melambung, ada PHK, dirumahkan, gaji dipotong, dihajar lagi THR cicilan. Sementara perusahaan sudah diberikan insentif, kita tidak terima buruh ditekan terus secara psikologis," tegas Said.
Baca Juga: Aturan THR Pekerja Swasta Keluar Pertengahan Puasa
"Lebaran saja enggak ada dicicil. Silahkan didiskusikan nilai THR-nya, bukan sistemnya yang diberikan, ini saja ribuan perusahaan yang menjanjikan cicil THR belum sepenuhnya lunas," ujar Presiden KSPI Said Iqbal dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Jumat (19/3/2021).
Dia menegaskan, jika THR dicicil dan ditetapkan tidak 100%, tentunya daya beli buruh semakin turun. Sementara, harga-harga bahan pokok saat ini kian melambung tinggi.
"Cabai sudah naik sampai ratusan ribu per kg, telur juga naik. Itu makanan pokok, apalagi menjelang puasa dan Lebaran, buruh ditekan, harga pangan melambung, ada PHK, dirumahkan, gaji dipotong, dihajar lagi THR cicilan. Sementara perusahaan sudah diberikan insentif, kita tidak terima buruh ditekan terus secara psikologis," tegas Said.
Lihat Juga :