Pangsa Pasar Energi Terbarukan Global Meningkat 50% pada 2035
Senin, 22 Maret 2021 - 13:32 WIB
loading...
A
A
A
Dadan melanjutkan, Indonesia membuat beberapa langkah strategis untuk mencapai target bauran energi EBT dengan subtitusi energi primer, konversi energi primer, penambahan kapasitas EBT, dan pemanfaatan EBT non listrik. Baca Juga: Atta Halilintar Tampil Tanpa Bandana, Netizen Nilai Mirip Ariel Noah hingga Jerry Yan
Lebih lanjut, Dadan menyampaikan, ke depan tenaga surya akan mendominasi dalam menunjang kenaikan angka pemanfaatan energi baru terbarukan untuk pembangkit, seiring harga EBT yang semakin tahun semakin bersaing dengan energi fosil. "Pemerintah berencana menambah kapasitas pembangkit EBT sebesar 38 Megawatt (MW) sampai tahun 2035," ungkapnya.
Sementara itu The International Renewable Energy Agency (IRENA) juga memproyeksikan pangsa energi global melalui Transforming Energy Scenario (TES). Diperkirakan pada tahun 2030 konsumsi batubara turun hingga 41% dan berlanjut hingga tahun 2050 berkurang hingga 87%. Sama halnya dengan konsumsi minyak bumi yang akan turun hingga 31% pada tahun 2030 dan akan terus turun hingga 70% di tahun 2050. Memberikan peluang besar bagi pengembangan EBT ke depan.
Lebih lanjut, Dadan menyampaikan, ke depan tenaga surya akan mendominasi dalam menunjang kenaikan angka pemanfaatan energi baru terbarukan untuk pembangkit, seiring harga EBT yang semakin tahun semakin bersaing dengan energi fosil. "Pemerintah berencana menambah kapasitas pembangkit EBT sebesar 38 Megawatt (MW) sampai tahun 2035," ungkapnya.
Sementara itu The International Renewable Energy Agency (IRENA) juga memproyeksikan pangsa energi global melalui Transforming Energy Scenario (TES). Diperkirakan pada tahun 2030 konsumsi batubara turun hingga 41% dan berlanjut hingga tahun 2050 berkurang hingga 87%. Sama halnya dengan konsumsi minyak bumi yang akan turun hingga 31% pada tahun 2030 dan akan terus turun hingga 70% di tahun 2050. Memberikan peluang besar bagi pengembangan EBT ke depan.
(fai)
Lihat Juga :