Menteri Sakti Minta KKP Dilibatkan dalam Eksplorasi Migas

loading...
Menteri Sakti Minta KKP Dilibatkan dalam Eksplorasi Migas
Foto/Ist
JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut syarat utama pemberian izin aktivitas pengeboran atau eksplorasi minyak dan gas di laut adalah pengeboran bertanggung jawab yang disertai recovery.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah menargetkan pengeboran minyak dan gas di 600 titik di wilayah Indonesia pada tahun 2021. Dengan adanya kegiatan tersebut, tentu juga akan berdampak langsung pada lingkungan laut yang di dalamnya terdapat ekosistem yang besar. ( Baca juga:KKP Salurkan Bantuan Ratusan Ribu Benih Ikan Air Tawar )

"Jadi tugas saya beserta jajaran KKP untuk menjaga ekosistem laut Indonesia. Kalau kita berikan izin pengeboran, maka harus ada tanggung jawab recovery. Kalau tidak dilakukan recovery maka itu akan berdampak buruk. Bagaimana cara recovery-nya? Saya mohon bantuan kepada Mas Heru selaku Ketua PII beserta anggota-anggotanya, demikian juga kepada Pak Julius Wiratno selaku Deputi Operasi SKK Migas dan pihak lainnya," ujar dia di Jakarta, Selasa (23/3/2021).

Menteri Sakti juga meminta segala aktivitas yang dilakukan di laut dapat dikoordinasikan dengan KKP agar dapat ditelaah kembali dampak baik maupun dampak buruk dari kegiatan tersebut.

“Koordinasikan dengan KKP semua aktivitas yang dilakukan di laut, misal pengeboran. Agar bisa secara bersama-sama kita telaah, kita hitung betul bagaimana dampaknya. Kalau itu dilakukan pengeboran, seberapa besar nilai manfaatnya dibanding dengan jumlah kerusakannya, bagaimana recovery-nya, dan seterusnya," ungkap dia.



Sustainability ekosistem kelautan dan perikanan merupakan salah satu aspek penting yang ingin KKP capai. Namun untuk dapat sampai ke tahap tersebut, Menteri Sakti yakin berbagai macam upaya dapat dilakukan secara maksimal dengan adanya kolaborasi dari berbagai pihak dan pemangku kepentingan. Salah satunya PII sebagai komunitas yang memiliki banyak ahli di bidang kelautan perikanan dengan basis ilmu terbarukan. ( Baca juga:Gagal di Liga Europa, Nasib Solskjaer Bakal Serupa Lampard )

"Dari sisi keilmuan saya yakin banyak insinyur-insinyur di sini yang sangat paham mengenai cara menjaga keberlanjutan ekosistem kelautan dan perikanan. Tentang air laut itu seperti apa dan bagaimana, terumbu karang itu seperti apa, dan lainnya. Semuanya berimplikasi pada lingkungan," tandas Menteri Sakti.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top