Serapan Industri Rendah, Insentif Harga Gas Akan Ditinjau Ulang
Rabu, 24 Maret 2021 - 20:08 WIB
loading...
A
A
A
"Kami melihat banyak perusahan yang mendapatkan dispensasi terkiat harga gas ini malah seperti tidak memaksimalkan performance mereka, malah mereka membebani," katanya.
Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR Ridwan Hisjam mengusulkan agar pemerintah mengevaluasi kembali penerima insentif harga gas sebesar USD 6 per MMBTU, sehingga kebijakan tersebut tepat sasaran. "Perlu ditinjau kembali apakah yang sudah ditetapkan pemerintah ini tepat sasaran," tuturnya.
Baca Juga: Dapat Insentif Harga Gas USD6 per MMBTU, Industri Penerima Harus Inovatif
Menurut Ridwan, masih ada industri yang belum mendapat insentif harga gas USD 6 per MMBTU membeli gas dengan harga pasar, namun sampai saat ini masih mampu menjalankan kegitan produksi. Dia pun mendorong agar industri yang mendapatkan insentif penurunan harga gas memanfaatkannya dengan mengoptimalkan penyerapan gas. "Industri yang dapat subsisid ini juga memanfaatkanlah. Banyak indusrti yang datang dapat dari harga pasar dari industri yang dapat prioritas ada selisih USD2 per MMBTU, industri yang nggak dapat mereka jalan nggak ada masalah," ujar dia.
Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR Ridwan Hisjam mengusulkan agar pemerintah mengevaluasi kembali penerima insentif harga gas sebesar USD 6 per MMBTU, sehingga kebijakan tersebut tepat sasaran. "Perlu ditinjau kembali apakah yang sudah ditetapkan pemerintah ini tepat sasaran," tuturnya.
Baca Juga: Dapat Insentif Harga Gas USD6 per MMBTU, Industri Penerima Harus Inovatif
Menurut Ridwan, masih ada industri yang belum mendapat insentif harga gas USD 6 per MMBTU membeli gas dengan harga pasar, namun sampai saat ini masih mampu menjalankan kegitan produksi. Dia pun mendorong agar industri yang mendapatkan insentif penurunan harga gas memanfaatkannya dengan mengoptimalkan penyerapan gas. "Industri yang dapat subsisid ini juga memanfaatkanlah. Banyak indusrti yang datang dapat dari harga pasar dari industri yang dapat prioritas ada selisih USD2 per MMBTU, industri yang nggak dapat mereka jalan nggak ada masalah," ujar dia.
(nng)
Lihat Juga :