Beban Covid-19 Luar Biasa, Sri Mulyani: Tidak Mungkin Kami Lakukan Sendiri

Kamis, 25 Maret 2021 - 13:37 WIB
loading...
Beban Covid-19 Luar...
Menkeu Sri Mulyani menerangkan, meredam dampak Pandemi tidak mungkin dilakukan sendiri karena beban Covid-19 sudah sangat luar biasa. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memastikan, bahwa APBN 2021 harus tepat sasaran dan efektif penyalurannya demi pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19. Namun, dia mengakui bahwa APBN tidak mungkin bekerja sendirian.

"Kami bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama, karena ini luar biasa bebannya, tidak mungkin kami lakukan sendiri," ucap Sri Mulyani dalam diskusi virtual di Jakarta, Kamis (25/3/2021).

Baca Juga: APBN Defisit dan Utang Naik, Sri Mulyani: Ekonomi RI Masih Tangguh di ASEAN

Untuk UMKM, dia mengatakan, bahwa penempatan dana itu semua harus melalui sektor keuangan, di mana kesehatan perbankan menjadi hal penting. Dalam hal ini, OJK mendukung melalui regulasinya agar program PEN bisa berjalan. Juga ada peran LPS untuk menjaga confidence masyarakat agar menempatkan dana di perbankan terjaga.

"Dengan kerja sama luar biasa ini, kita bisa menahan kontraksi tidak cukup dalam. Meski di kuartal II ini kita kontraksi 5,3%, ini sekarang kita akselerasi di 2021 sehingga kita bisa memberikan kesempatan kerja dan mengembalikan kesejahteraan masyarakat," ucapnya.

Baca Juga: Anggaran Kesehatan Berlipat Ganda, Sri Mulyani Beberkan Buat Apa Saja

Mantan Direktur Bank Dunia itu menekankan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian dan Menko Bidang Maritim dan Investasi terus melakukan reformasi di dalam kegiatan investasi, maka dari itu UU Cipta Kerja penting.

"Ini adalah bagian yang melengkapi APBN, BI, OJK, dan reformasi di bidang struktural dilakukan agar Indonesia tidak hanya pulih, tapi tumbuh dengan kuat," tukasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rekomendasi
Bayar PKB Makin Mudah,...
Bayar PKB Makin Mudah, Bapenda DKI Hadirkan Layanan Samsat di PRJ
Mesir Comeback, Mo Salah...
Mesir Comeback, Mo Salah Antar The Pharaohs Gulung Selandia Baru 3-1
Din Syamsuddin Ungkap...
Din Syamsuddin Ungkap Bung Karno Tokoh Dikagumi Dunia Internasional
Berita Terkini
Rosan Lapor Prabowo...
Rosan Lapor Prabowo soal Perampingan 258 BUMN, 300 Pelat Merah Lain Menyusul
Pergantian Direksi Disorot,...
Pergantian Direksi Disorot, Mampukah Kejayaan Pelni Kembali?
IHSG Menghijau di Awal...
IHSG Menghijau di Awal Pekan, Pagi Ini Sentuh Level 6.217
Harga Emas Malas Bergerak...
Harga Emas Malas Bergerak di Posisi Rp2.668.000 per Gram, Intip Daftar Lengkapnya
Dibayangi Outflow Rp4,5...
Dibayangi Outflow Rp4,5 Triliun, IHSG Pekan Ini Diprediksi Bergerak Fluktuatif
Spesial, Investor Patriot...
Spesial, Investor Patriot Bond Dilindungi dari Tuntutan Pidana hingga Pajak
Infografis
Cara Aman Mengendarai...
Cara Aman Mengendarai Motor Agar Tidak Terpapar Covid-19
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved