Nilai Ekspor Indonesia ke AS Dibidik Capai USD60 Miliar

loading...
Nilai Ekspor Indonesia ke AS Dibidik Capai USD60 Miliar
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menargetkan, nilai ekspor Indonesia ke Amerika Serikat (AS) bisa mencapai USD60 miliar. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menargetkan, nilai ekspor Indonesia ke Amerika Serikat (AS) bisa mencapai USD60 miliar. Saat ini dalam upaya memperkuat hubungan kedua negara , Mendag melakukan kunjungan kerja ke Washington DC, Amerika Serikat (AS)

"Dengan demikian, diharapkan target nilai ekspor Indonesia ke AS sebesar USD60 miliar pada 2024 dapat tercapai," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (27/3/2021).

Baca Juga: Mendag Terbang ke Washington DC, Sebut AS Mitra Dagang Penting RI

Kunjungan kerja Mendag Lutfi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 24-28 Maret 2021. Dalam kunjungan kerjanya ke AS kali ini, Mendag Lutfi menegaskan Pemerintah Indonesia akan terus memperkuat hubungan ekonomi dengan AS sebagai mitra dagang utama.

Dalam kunjungan itu, Mendag Lutfi juga bertemu secara virtual dengan para pengusaha yang tergabung dalam US-ASEAN Business Council (USABC). Mendag Lutfi dan perwakilan USABC membahas berbagai isu perdagangan dan investasi, serta tren perdagangan global.



"Kami sepakat untuk meningkatkan kerja sama ekonomi Indonesia-AS ke level berikutnya," ungkap Mendag Lutfi.

Baca Juga: Diversifikasi Ekspor, Kemendag Akan Jajaki 21 Perjanjian Perdagangan Baru

Sambung Lutfi juga menjelaskan, mengenai prioritasnya selaku Menteri Perdagangan, kondisi perekonomian Indonesia, dan potensi investasi di berbagai sektor di Indonesia. Selain itu, Mendag Lutfi mengadakan pertemuan virtual dengan anggota dan dewan penasihat The United States-Indonesia Society (USINDO). Pertemuan dibuka Presiden USINDO, David Merrill.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Acting Assistant Secretary of Secretary of State for East Asia and Pacific Affairs, Dubes Sung Kim. Sejumlah hal disampaikan Mendag Lutfi, antara lain tantangan di masa depan dan kerja sama yang dapat dilakukan kedua negara untuk mendorong pemulihan ekonomi pasca-Covid-19.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top