Ledakan Dahsyat di Kilang Balongan Akibat 4 Tangki Terbakar
Senin, 29 Maret 2021 - 21:18 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/ANTARA
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengungkapkan insiden terjadinya ledakan dahsyat di Kilang Balongan . Ledakan dahsyat yang sempat viral di media sosial tersebut akibat tangki BBM terbakar.
Adapun lokasi terdampak di sekitar 2 hektar (ha) dari total 180 hektar di area Kilang Balongan. "Kalau dilihat tadi, kita keliling di lapangan. Area lain aman, dan hingga sore ini api sudah mulai mengecil," ungkap Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, Senin (29/3/2021).
Baca Juga: Tim Investigasi Awal Diturunkan ke Lokasi Kebakaran Kilang Balongan
Nicke menambahkan, dari 72 tangki di area kilang dengan total kapasitas 1,35 juta kiloliter (KL), ada 4 tangki terbakar atas insiden tersebut dengan kapasitas 100 ribu KL atau sekitar 7% dari total kapasitas penyimpanan di kilang Balongan. "Kita akan lakukan upaya dengan extra effort untuk segera memadamkan api," jelasnya.
Menurut Nicke, Pertamina terus mengupayakan pemadaman api di area terdampak dengan memompa air laut untuk memadamkan total titik api. Untuk memompa air laut, Pertamina mendatangkan bantuan pompa submersible dari RU IV Cilacap. "Ketika nanti api sudah bisa dipadamkan kita baru dapat melakukan start up untuk mengoperasikan kilang. Tentu kita harus pastikan semuanya aman," tambahnya.
Adapun lokasi terdampak di sekitar 2 hektar (ha) dari total 180 hektar di area Kilang Balongan. "Kalau dilihat tadi, kita keliling di lapangan. Area lain aman, dan hingga sore ini api sudah mulai mengecil," ungkap Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, Senin (29/3/2021).
Baca Juga: Tim Investigasi Awal Diturunkan ke Lokasi Kebakaran Kilang Balongan
Nicke menambahkan, dari 72 tangki di area kilang dengan total kapasitas 1,35 juta kiloliter (KL), ada 4 tangki terbakar atas insiden tersebut dengan kapasitas 100 ribu KL atau sekitar 7% dari total kapasitas penyimpanan di kilang Balongan. "Kita akan lakukan upaya dengan extra effort untuk segera memadamkan api," jelasnya.
Menurut Nicke, Pertamina terus mengupayakan pemadaman api di area terdampak dengan memompa air laut untuk memadamkan total titik api. Untuk memompa air laut, Pertamina mendatangkan bantuan pompa submersible dari RU IV Cilacap. "Ketika nanti api sudah bisa dipadamkan kita baru dapat melakukan start up untuk mengoperasikan kilang. Tentu kita harus pastikan semuanya aman," tambahnya.
Lihat Juga :