34 Perusahaan Dinilai Telah Menerapkan Industri 4.0

loading...
34 Perusahaan Dinilai Telah Menerapkan Industri 4.0
Dianggap sudah mengimplementasikan transformasi digital di era Industri 4.0, sebanyak 29 BUMN, 3 BUMD, dan 2 swasta dianugerahi Digital Technology & Innovation Award (Digitech) 2021. Foto/Dok
JAKARTA - Dianggap sudah mengimplementasikan transformasi digital di era Industri 4.0 , sebanyak 29 BUMN, 3 BUMD, dan 2 swasta dianugerahi Digital Technology & Innovation Award (Digitech) 2021. Acara ini digelar oleh Majalah Itech bersama FORTI BUMN, Kementerian Ristek BRIN, BPPT, dan Kementerian Perindustrian.

Mengangkat tema “Achieving Corporate Goals Through Digital Technology Transformation & Innovation”, kegiatan didukung oleh pakar dan profesional di bidang information and communication technology (ICT), strategic management, finance, banking, insurance, riset dan inovasi.

Baca Juga: Industri 4.0 Butuh Dukungan Enam Pemangku Kepentingan

Kegiatan dengan prokes ketat di Hotel Mulia ini bertujuan mendorong peningkatan bisnis perusahaan melalui pengembangan kebijakan dan implementasi ICT dan inovasi perusahaan, terutama dalam menghadapi perubahan perkembangan dunia bisnis.

Berdasarkan analisis para pakar dan profesional yang menjadi Dewan Juri Digitech Award 2021 dalam proses penjurian, perusahaan-perusahaan tersebut dinilai telah mengimplementasikan dgital teknologi dalam melakukan transformasi bisnis yang dijalankan perusahaan. Sehingga perusahaan dapat bertahan dan memberikan pelayanan yang prima untuk customer di seluruh Indonesia.



Ketua penyelenggara Digital Technology & Innovation Award 2021, Irnanda Laksanawan mengatakan, acara ini merupakan kegiatan corporate rating (award) tahunan di bidang ICT, pengembangan digital, dan inovasi. Tujuannya untuk mendapatkan perusahaan yang unggul dan cepat menyesuaikan diri terhadap tantangan yang tidak pernah ada sebelumnya, karena adanya pandemik COVID-19.

Irnanda menjelaskan, saat ini waktunya membuktikan implementasi dari transformasi digital sebagai penyelamat ekonomi, bisnis, dan pelayanan masyarakat. Sebab salah satu hikmah dari pandemik adalah menunjukkan betapa pentingnya produk digital bagi kehidupan manusia.

“Sebab, di era Industri 4.0 ini, teknologi digital bukan lagi sebuah pendukung bagi kehidupan, tapi kini sudah menjadi kebutuhan primer dalam kehidupan sehari-hari. Mau komunikasi, makan, belanja ini itu, bayar tagihan, transfer, belajar, dan kebutuhan lainnya kini sudah tak repot-repot lagi. Cukup klik di perangkat digital kita yang tersedia di Android atau IOS kita masing-masing,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Dewan Juri, Bambang Setiadi menjelaskan, proses penjurian Digital Marketing & Human Capital Award 2020 di era COVID-19 mendapatkan pembelajaran yang sangat berharga bagi pengembangan berbagai ekosistem industri di Indonesia dalam mencapai pertumbuhan yang sustainable di era digital. Di antaranya, implementasi Inisiatif Strategis Transformasi Digital dalam menghadapi 3 tantangan besar (secure, survive dan sustain) di era digital dan pandemik.

“Oleh karena itu, penjurian ini menjadi penting karena akan terjadi peningkatan stabilitas perusahaan. Mereka (perusahaan) akan semakin yakin bahwa ia bisa berkembang. Kemudian dengan adanya penjurian ini akan membangkitkan motivasi para karyawan, jika perusahaan mendapatkan award. Jadi perusahaan tidak akan merekrut sembarangan karyawan karena adanya penghargaan tersebut,” papar Bambang.



Baca Juga: Dianggap Gusur Manusia, Kemenperin: Pemahaman Industri 4.0 Banyak yang Keliru

Digital Technology & Innovation Award 2021 ini diikuti oleh 400 perusahaan BUMN, BUMD, dan swasta yang menjadi nominasi. Dewan juri bersama tim penyelanggara telah menyaring, menyeleksi, mengevaluasi kinerja maupun Digital Technology & Innovation dari perusahaan-perusahaan tersebut, dan hanya sekitar 40 perusahaan yang memenuhi syarat yang diundang untuk memberikan presentasi maupun wawancaranya. Hasilnya 34 perusahaan terbaik yang terpilih oleh dewan juri sebagai pemenang.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top