Data BEI: Penerbitan Obligasi dan Sukuk Bakal Meningkat di Kuartal I-2021

Rabu, 07 April 2021 - 08:45 WIB
loading...
Data BEI: Penerbitan...
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) per 6 April 2021, total emisi obligasi dan sukuk tercatat mencapai 19 emisi dengan nilai Rp20,58 triliun. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Jumlah emisi efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) mengalami peningkatan sepanjang kuartal I-2021. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) per 6 April 2021, total emisi obligasi dan sukuk tercatat mencapai 19 emisi dengan nilai Rp20,58 triliun.

"Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah Emisi meningkat 26,67 persen, sedangkan nilai Emisi meningkat 9,23 persen," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna dalam keterangan tertulis, Rabu (7/4/2021).

Baca Juga: Aktif di Pasar Obligasi, BRI Konsisten Sebagai The Best Primary Dealer

Nyoman menambahkan, prospek EBUS tahun ini diperkirakan relatif lebih baik dibandingkan tahun 2020. Hal ini dipengaruhi oleh penurunan suku bunga dan melonggarnya likuiditas yang mendorong suku bunga terus menurun.

Sampai kuartal I-2021, tingkat bunga 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) masih bertahan pada 3,50 persen. Di samping itu, pemulihan ekonomi domestik yang masih berlanjut pada paruh waktu 2021 memberikan iklim positif pada pasar EBUS.

Membaiknya pemulihan ekonomi global, akselerasi program vaksin nasional serta sinergi kebijakan nasional, diperkirakan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 4,3% sampai 5,3%.

"Adapun sinergi kebijakan nasional tersebut mencakup antara lain, pembukaan sektor-sektor produktif dan aman, akselerasi stimulus fiskal, penyaluran kredit perbankan dari sisi permintaan dan penawaran, berlanjutnya stimulus moneter dan makroprudensial, percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan, khususnya terkait pengembangan UMKM," kata dia.

Dengan mempertimbangkan pemulihan ekonomi serta data EBUS yang tersedia, Nyoman menyampaikan bahwa penerbitan EBUS pada tahun 2021 diperkirakan masih relatif lebih tinggi dibandingkan 2020. Peningkatan EBUS tercatat pada kuartal I-2021 mengindikasikan dampak dari keberlanjutan pemulihan ekonomi.

Tingkat bunga rendah juga memberikan kenyamanan dan optimisme bagi perusahaan dalam menerbitkan EBUS setelah sebelumnya tertunda melakukan refinancing.

Baca Juga: Terbitkan Sukuk Ritel SR014, Kemenkeu Ungkap Alasan Masyarakat Harus Berinvestasi

Selain itu, ditinjau dari likuiditas di pasar modal, jumlah investor terus bertambah. Sampai akhir Maret 2021 terdapat peningkatan sekitar 25 persen untuk investor pasar modal dibandingkan akhir tahun 2020, yaitu sekitar 4,9 juta investor pasar modal.

"Kepercayaan investor memberikan keyakinan bagi perusahaan dalam menerbitkan EBUS di pasar modal dan juga memberikan optimisme bagi investor dalam berinvestasi EBUS," ucapnya.

Menurut data BEI, sampai dengan 6 April 2021, terdapat 20 Emisi yang akan mencatatkan Obligasi/Sukuk korporasi dengan nilai mencapai Rp20,82 triliun. Hingga akhir April 2021, terdapat enam perusahaan yang berencana mencatatkan EBUS, sebanyak tujuh emisi dengan total Obligasi/Sukuk korporasi yang akan dicatatkan mencapai Rp6,67 triliun.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
Nasdem Dukung Bareskrim...
Nasdem Dukung Bareskrim Berantas Manipulasi Pasar Modal
Regulator Mundur, IHSG...
Regulator Mundur, IHSG Tersungkur: Ketika Krisis Kepercayaan Menghantam Pasar Modal
Rekomendasi
Messi Menggila! Argentina...
Messi Menggila! Argentina Gilas Aljazair 3-0 di Piala Dunia 2026
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Tangan Berkeringat Disebut...
Tangan Berkeringat Disebut Tanda Jantung , Mitos atau Fakta?
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
Momentum Indonesia Perkuat...
Momentum Indonesia Perkuat Fondasi Ketahanan Energi di 2026, Ini Kuncinya
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved