Indonesia Diprediksi Geser Pasar Ekspor dari AS ke China 2 Tahun ke Depan

loading...
Indonesia Diprediksi Geser Pasar Ekspor dari AS ke China 2 Tahun ke Depan
China diyakini akan menggeser Amerika Serikat sebagai pasar ekspor utama Indonesia dalam 2-3 tahun ke depan. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) saat ini masih menjadi negara tujuan utama ekspor Indonesia. Namun, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai akan ada pergeseran tujuan ekspor dari negara Paman Sam tersebut ke China.

Ketua Komite Tetap Pengembangan Ekspor Kadin Indonesia Handito Joewono mengatakan, saat ini sudah mulai terjadi tendensi terutama ekspor secara massal dalam jumlah. Sebab, dalam melihat ekspor tidak bisa hanya melihat nilai saja tetapi juga pelakunya.

"Nah sekarang terjadi sebuah movement besar dimana China jadi prioritas karena tidak hanya potensinya besar dan kita yakin dalam waktu 2-3 tahun ke depan ekspor Indonesia ke China akan menjadi lebih besar dan menjadi tujuan ekspor utama kita," ujarnya dalam acara Market Review IDX Channel, Rabu (7/4/2021). Baca Juga: Nilai Ekspor Indonesia ke AS Dibidik Capai USD60 Miliar

Alasannya, kata dia, karena China memiliki potensi untuk menerima produk-produk Indonesia baik dari pelaku usaha besar seperti pertambangan dan juga usaha-usaha kecil dan menengah. "Makanan salah satu yang menjadi prioritas," tuturnya.

Handito menambahkan, dari pihak Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi), Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) telah merangkum dalam Sekolah Ekspor untuk bersama-sama berfokus untuk mencetak eksportir-eksportir baru khusus industri pangan ke China. Baca Juga: Cikeas Tantang ”Perang” di Pengadilan, Kubu Moeldoko: Bagus, Momentum Buka-bukaan



"Kenapa? di China ini sekarang, saya ambil contoh sederhana, ikan goreng, kulit ikan, ini kan produk-produk sederhana, produk-produk seperti ini potensial masuk ke pasar China dan ini diproduksi oleh pelaku usaha yang relatif kecil," kata dia.

Menurutnya, pasar ekspor ke China akan menjadi sangat besar ke depan, salah satunya dipengaruhi joint venture antara China-Indonesia seperti Nikel di Morowali.

"Itu kan salah satu yang men-trigger ekspor Indonesia ke China karena investasi dari China yang dilakukan di Indonesia menghasilkan produk-produk yang utamanya akan kembali ke China," ucapnya.
(fai)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top