Pertamina Salurkan Bantuan Sembako dan Alat Ibadah ke Veteran Pejuang RI
Rabu, 20 Mei 2020 - 17:46 WIB
loading...
A
A
A
Sekretaris KVCRI, Ida Farida menyampaikan apresiasi terhadap Pertamina atas bantuan yang diberikan. Terlebih bantuan itu diberikan pada masa pandemi virus corona.
"Saat ini perekonomian agak susah. Kami berterima kasih atas batuan yang diberikan," ucap Ida. Baca: Pertamina Jamin Ketersediaan Stok BBM dan LPG Jelang Lebaran Aman
Sementara itu, Ketua Umum KVCRI yang juga pejuang revolusi Soepranoto menyampaikan terima kasih kepada Pertamina atas bantuan yang diberikan. "Kami juga berdoa agar Allah SWT merestui program Pertamina serta memberikan kemajuan buat Pertamina," kata Soepranoto.
Di usia yang mencapai 102 tahun, Soepranoto bahkan sempat bercerita singkat soal perjuangan yang dia lakukan, yakni ikut dalam peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Jembatan Merah, Surabaya, di mana momen itu sekarang diperingati sebagai Hari Pahlawan.
"Saya dulu tergabung dalam divisi yang mengurus persenjataan. Waktu itu, ada pasukan Inggris yang membawa kapal perang masuk ke Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya). Begitu pasukan Inggris masuk sampai Jembatan Merah pada 10 November, terjadilah pertempuran di jembatan tersebut. Sampai komandan pasukan Inggris saat itu tewas dalam pertempuran itu," pungkas Soepranoto mengenang masa perjuangannnya.
"Saat ini perekonomian agak susah. Kami berterima kasih atas batuan yang diberikan," ucap Ida. Baca: Pertamina Jamin Ketersediaan Stok BBM dan LPG Jelang Lebaran Aman
Sementara itu, Ketua Umum KVCRI yang juga pejuang revolusi Soepranoto menyampaikan terima kasih kepada Pertamina atas bantuan yang diberikan. "Kami juga berdoa agar Allah SWT merestui program Pertamina serta memberikan kemajuan buat Pertamina," kata Soepranoto.
Di usia yang mencapai 102 tahun, Soepranoto bahkan sempat bercerita singkat soal perjuangan yang dia lakukan, yakni ikut dalam peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Jembatan Merah, Surabaya, di mana momen itu sekarang diperingati sebagai Hari Pahlawan.
"Saya dulu tergabung dalam divisi yang mengurus persenjataan. Waktu itu, ada pasukan Inggris yang membawa kapal perang masuk ke Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya). Begitu pasukan Inggris masuk sampai Jembatan Merah pada 10 November, terjadilah pertempuran di jembatan tersebut. Sampai komandan pasukan Inggris saat itu tewas dalam pertempuran itu," pungkas Soepranoto mengenang masa perjuangannnya.
(bon)
Lihat Juga :