Kebijakan PPN Nol Persen Bikin Pengembang Makin Agresif

loading...
Kebijakan PPN Nol Persen Bikin Pengembang Makin Agresif
Kebijakan insentif PPN nol persen untuk rumah dengan harga jual paling tinggi Rp2 miliar dinilai membuat pengembang semakin agresif. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Industri properti optimistis kebijakan pemerintah dengan memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas rumah tapak dan rumah susun mampu menggerakkan roda industri sektor properti sebagai salah satu penyokong perekonomian nasional.

Pemerintah telah memberikan insentif kebijakan untuk industri sektor properti seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 21/PMK/010/2021. Dalam skema tersebut, 100% PPN ditanggung pemerintah untuk rumah dengan harga jual paling tinggi Rp2 miliar. Baca Juga: Insentif PPN Nol Persen Lengkapi Kebijakan Sektor Perumahan

Selain itu, pemerintah memberikan diskon PPN 50% untuk rumah dengan harga jual lebih dari Rp2 miliar sampai dengan Rp5 miliar. Insentif PPN ini berlaku mulai 1 Maret 2021 hingga 30 Agustus 2021. Stimulus tersebut diyakini memberikan keuntungan berlipat bagi konsumen, baik itu properti komersial maupun residensial.

"Kami yakin bahwa stimulus pemerintah dapat menggenjot laju perjualan LRT City Sentul," sebut Project Director LRT City Sentul Nanang Safrudin Salim Rabu (7/4/2021).

LRT City Sentul berada di lahan seluas 14,8 hektare. Superblok ini akan dikembangkan dalam lima tahap yang meliputi 10 tower apartemen, hotel, office tower, SOHO, pusat perbelanjaan, dan beberapa family park yang terbagi di setiap tahap pembangunan.



Pembangunan tahap pertama mencakup lahan seluas 2,5 hektare dengan pembangunan SOHO, shopping arcade, tower apartemen, culinary street dan thematic garden. Baca Juga: Mudik Lebaran, Kendaraan Masuk Jawa Tengah Harus Kantongi Izin Gubernur

Direktur Utama PT Adhi Commuter Properti Rizkan Firman, mengungkapkan, dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) memiliki Green Connectivity, sebagai akses khusus bagi pejalan kaki dan pesepeda yang terintegrasi pula dengan Stasiun LRT Sentul. "Konsep TOD, mempermudah akses transportasi menuju hunian," ungkapnya.

Pengamat Properti David Cornelis berpendapat bahwa peluang properti di kawasan Sentul memiliki dorongan sangat positif dari pengembangan infrastruktur yang terkoneksi dengan LRT dan Jalan Lingkar Luar Bogor.
(fai)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top