Cerita Pedagang Kecil yang Memekarkan Usahanya dengan Bantuan Program Mekaar
Rabu, 07 April 2021 - 23:20 WIB
loading...
Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Banyak pelaku usaha ultra mikro (UMi) yang berharap bisa mendapat bantuan permodalan berbiaya murah dan proses pengajuan yang mudah. Keinginan ini sebenarnya sudah terjawab melalui keberadaan program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) milik PT Permodalan Nasional Madani (Persero) .
Melalui Mekaar, pelaku usaha ultra mikro bisa mendapat pembiayaan dengan bunga terjangkau, mulai dari nilai jutaan rupiah. Hal tersebut sudah dibuktikan langsung oleh Sudarni (42), perempuan asal Bekasi, Jawa Barat. ( Baca juga:Pemerintah Siapkan Rp15,36 Triliun untuk Bantu Si Kecil )
Sebagai pemilik warung sembako yang didirikan sejak 2007 lalu, Sudarni membutuhkan banyak tambahan modal untuk mengembangkan usahanya. Kebutuhan ini pertama ia rasakan pada 2016 lalu. Saat itu, Sudarni membutuhkan dana segar senilai Rp2 juta untuk mempertahankan dan mengembangkan usahanya.
Ibu dari dua anak ini lantas memikirkan sejumlah cara untuk memenuhi kebutuhannya. Hingga pada akhirnya, Sudarni mengenal dan mengetahui program Mekaar dari PNM. Melalui program ini, Sudarni dapat memenuhi kebutuhan modalnya dengan biaya terjangkau.
“Jadi waktu itu ada tawaran dari PNM, dan saya juga menawarkan diri untuk ikut. Akhirnya saya gabung program Mekaar dan jadi Ketua Kelompok Mekaar di tempat tinggal saya di Bekasi. Sekarang anggota Kelompok Mekaar saya ada 26 orang,” ujar Sudarni di Jakarta, Rabu (7/4/2021).
Dia bercerita, ketika pertama kali terlibat program Mekaar, Sudarni mengambil fasilitas pembiayaan senilai Rp2 juta dengan tenor 50 minggu. Di akhir periode, total uang yang harus dia kembalikan hanya sebesar Rp2,5 juta. Pembayaran pinjaman itu juga bisa dia lakukan dengan cara menyicil tiap minggu.
Berkat bantuan permodalan tersebut, usaha warung sembako Sudarni semakin berkembang. Buktinya, saat ini plafon pembiayaan yang ia dapat sudah menyentuh Rp7 juta untuk jangka waktu satu tahun. “Mekaar ini murah dan terjangkau buat saya. Sekarang saya sudah dapatnya pembiayaan Mekaar Plus dengan pinjaman Rp7 juta per tahun,” tuturnya.
Melalui Mekaar, pelaku usaha ultra mikro bisa mendapat pembiayaan dengan bunga terjangkau, mulai dari nilai jutaan rupiah. Hal tersebut sudah dibuktikan langsung oleh Sudarni (42), perempuan asal Bekasi, Jawa Barat. ( Baca juga:Pemerintah Siapkan Rp15,36 Triliun untuk Bantu Si Kecil )
Sebagai pemilik warung sembako yang didirikan sejak 2007 lalu, Sudarni membutuhkan banyak tambahan modal untuk mengembangkan usahanya. Kebutuhan ini pertama ia rasakan pada 2016 lalu. Saat itu, Sudarni membutuhkan dana segar senilai Rp2 juta untuk mempertahankan dan mengembangkan usahanya.
Ibu dari dua anak ini lantas memikirkan sejumlah cara untuk memenuhi kebutuhannya. Hingga pada akhirnya, Sudarni mengenal dan mengetahui program Mekaar dari PNM. Melalui program ini, Sudarni dapat memenuhi kebutuhan modalnya dengan biaya terjangkau.
“Jadi waktu itu ada tawaran dari PNM, dan saya juga menawarkan diri untuk ikut. Akhirnya saya gabung program Mekaar dan jadi Ketua Kelompok Mekaar di tempat tinggal saya di Bekasi. Sekarang anggota Kelompok Mekaar saya ada 26 orang,” ujar Sudarni di Jakarta, Rabu (7/4/2021).
Dia bercerita, ketika pertama kali terlibat program Mekaar, Sudarni mengambil fasilitas pembiayaan senilai Rp2 juta dengan tenor 50 minggu. Di akhir periode, total uang yang harus dia kembalikan hanya sebesar Rp2,5 juta. Pembayaran pinjaman itu juga bisa dia lakukan dengan cara menyicil tiap minggu.
Berkat bantuan permodalan tersebut, usaha warung sembako Sudarni semakin berkembang. Buktinya, saat ini plafon pembiayaan yang ia dapat sudah menyentuh Rp7 juta untuk jangka waktu satu tahun. “Mekaar ini murah dan terjangkau buat saya. Sekarang saya sudah dapatnya pembiayaan Mekaar Plus dengan pinjaman Rp7 juta per tahun,” tuturnya.
Lihat Juga :