IMF Revisi Pertumbuhan Ekonomi RI, Sri Mulyani: Belum Pasti!

Jum'at, 09 April 2021 - 15:14 WIB
loading...
IMF Revisi Pertumbuhan...
Menkeu Sri Mulyani menegaskan proyeksi IMF soal ekonomi Indonesia bukan merupakan hal yang pasti. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2021. Pertumbuhan ekonomi nasional direvisi menjadi 4,3% dari sebelumnya yang mencapai 4,8%.

Menanggapi perubahan tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani tak ambil pusing. Proyeksi tersebut, tegas dia, belum tentu akan terealisasi. Pemerintah sendiri memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun ini antara 4,5% hingga 5,3%. Baca Juga: Duh, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Diprediksi Masih Negatif

"Buat kita, semua prediksi ini selalu subject to uncertainty. Asumsinya macam-macam, vaksinasi, third wave, dan lain-lain," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (9/4/2021).

Namun, Sri Mulyani menegaskan bahwa pemerintah dari sisi kebijakan harus melakukan sesuai untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Karena itu, kata dia, di 2021 pemerintah memberikan insentif guna mendongkrak daya beli dan konsumsi yang pada akhirnya akan menggairahkan ekonomi Indonesia. "Kita melakukan berbagai adjustment sesudah kita cukup berhasil untuk menahan kontraksi tidak terlalu dalam," katanya. Baca Juga: Ketahuan Daftarkan Partai Demokrat ke Ditjen Kekayaan Intelektual, Kubu Moeldoko: Pak SBY Sedang Linglung

Sri Mulyani menambahkan, vaksinasi juga menjadi salah satu yang diakselerasi. Sampai hari ini menurutnya sudah lebih dari 12-13 juta masyarakat Indonesia yang sudah divaksin. "Indonesia termasuk the top 10 countries yang sudah melakukan vaksinasi," tandasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Studi Kearney: Masa...
Studi Kearney: Masa Depan Ekonomi Bergantung Kemampuan Adaptasi dengan AI
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Optimisme Baru Ekonomi:...
Optimisme Baru Ekonomi: Laba Sejumlah BUMN Tumbuh Signifikan
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Rekomendasi
Mayjen TNI (Purn) Prihati...
Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito Uji Disertasi Doktor Johan Akbari di Universitas Bhayangkara
Mantan Agen CIA Ini...
Mantan Agen CIA Ini Minta AS Akui Iran sebagai Kekuatan Regional Utama, Berikut 3 Alasannya
Dosen UGM Kena Doxing...
Dosen UGM Kena Doxing usai Komentari Mutasi ASN Kementerian PU, Dody Hanggodo Bersumpah Tak Tahu
Berita Terkini
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved