Ketat! Pengunjung Langsung IIMS 2021 Akan Dibatasi hanya 2.500 Orang Per Hari
Jum'at, 09 April 2021 - 21:01 WIB
loading...
Pengunjung IIMS sebelum pandemi. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Dyandra Promosindo akhirnya bakal kembali menggelar pameran otomotif IIMS Hybrid 2021 pada 15-25 April 2021. Pameran otomoti f ini akan digelar secara hybrid, artinya bisa disaksikan baik online maupun offline yang berlokasi di JIExpo, Kemayoran, Jakarta.
Hendra Noor Saleh, Presiden Direktur Dyandra Promosindo, mengatakan bahwa proses panjang persiapan IIMS 2021 telah membuahkan hasil dengan diizinkannya pelaksanaan IIMS 2021 secara offline maupun online dengan catatan penerapan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. ( Baca juga: Terapkan CHSE, IIMS 2021 Siap Digelar Secara Hybrid )
"Dyandra Promosindo berkomitmen menggelar IIMS Hybrid 2021 dengan protokol kesehatan yang ketat,"kata Hendra Noor Saleh dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (9/4/2021).
Ia menjelaskan, pameran ini akan berlangsung sesuai dengan protokol kesehatan yang sudah disepakati dan ditandatangani bersama BNPB, Mabes Polri, dan Kementerian Pariwisata. Jumlah maksimum pengunjung dibatasi sebanyak 25% dari kapasitas normal.
"Meskipun 25% tentu ada tiga lapisan untuk menyaring agar benar-benar protokol kesehatan diterapkan dan jumlah pengunjung tidak akan melebihi kapasitas," jelas pria yang biasa disapa Kohen ini.
Hendra Noor Saleh, Presiden Direktur Dyandra Promosindo, mengatakan bahwa proses panjang persiapan IIMS 2021 telah membuahkan hasil dengan diizinkannya pelaksanaan IIMS 2021 secara offline maupun online dengan catatan penerapan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. ( Baca juga: Terapkan CHSE, IIMS 2021 Siap Digelar Secara Hybrid )
"Dyandra Promosindo berkomitmen menggelar IIMS Hybrid 2021 dengan protokol kesehatan yang ketat,"kata Hendra Noor Saleh dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (9/4/2021).
Ia menjelaskan, pameran ini akan berlangsung sesuai dengan protokol kesehatan yang sudah disepakati dan ditandatangani bersama BNPB, Mabes Polri, dan Kementerian Pariwisata. Jumlah maksimum pengunjung dibatasi sebanyak 25% dari kapasitas normal.
"Meskipun 25% tentu ada tiga lapisan untuk menyaring agar benar-benar protokol kesehatan diterapkan dan jumlah pengunjung tidak akan melebihi kapasitas," jelas pria yang biasa disapa Kohen ini.
Lihat Juga :