6 Juta Tenaga Kerja Konstruksi Ditargetkan Tersertifikat
Minggu, 11 April 2021 - 15:19 WIB
loading...
Hingga saat ini, satu juta tenaga kerja konstruksi yang bersertifikat pun belum tercapai, ditargetkan 6 juta tenaga kerja konstruksi tersertifikat agar bisa bersaing secara internasional. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Untuk bisa bersaing secara internasional, tenaga kerja teknik konstruksi Indonesia perlu memiliki sertifikat. Pemerintah menargetkan 6 juta tenaga kerja konstruksi tersertifikat. Sayangnya jumlah tersebut belum tercapai.
“Hingga saat ini, satu juta tenaga kerja konstruksi yang bersertifikat pun belum tercapai. Karena itulah LSP HATSINDO hadir,” demikian penjelasan Ferdaus Ardyansyah Purnomo, ST, selaku anggota pengarah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Himpunan Ahli Teknik Konstruksi Indonesia (HATSINDO) di Jakarta.
Padahal, lanjut dia, jumlah tenaga kerja konstruksi di Indonesia sangat besar jumlahnya. Dengan kata lain dapat dikatakan, masih banyak tenaga kerja konstruksi yang tidak memiliki sertifikat.
“Sertifikat penting, karena itu menjadi acuan standar bahwa pekerja yang bersangkutan bisa mempertanggungjawabkan pekerjaannya secara profesional maupun moral. Sehingga kemungkinan adanya bangunan yang mudah roboh atau kualitas kerja yang buruk bisa ditekan,” papar Ferdaus sambil melanjutkan, Hatsindo hadir sebagai salah satu wadah organisasi yang memiliki tugas melakukan pembinaan.
Baca Juga: Puluhan Pekerja Konstruksi di Takalar Ikut Sertifikasi
“Hingga saat ini, satu juta tenaga kerja konstruksi yang bersertifikat pun belum tercapai. Karena itulah LSP HATSINDO hadir,” demikian penjelasan Ferdaus Ardyansyah Purnomo, ST, selaku anggota pengarah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Himpunan Ahli Teknik Konstruksi Indonesia (HATSINDO) di Jakarta.
Padahal, lanjut dia, jumlah tenaga kerja konstruksi di Indonesia sangat besar jumlahnya. Dengan kata lain dapat dikatakan, masih banyak tenaga kerja konstruksi yang tidak memiliki sertifikat.
“Sertifikat penting, karena itu menjadi acuan standar bahwa pekerja yang bersangkutan bisa mempertanggungjawabkan pekerjaannya secara profesional maupun moral. Sehingga kemungkinan adanya bangunan yang mudah roboh atau kualitas kerja yang buruk bisa ditekan,” papar Ferdaus sambil melanjutkan, Hatsindo hadir sebagai salah satu wadah organisasi yang memiliki tugas melakukan pembinaan.
Baca Juga: Puluhan Pekerja Konstruksi di Takalar Ikut Sertifikasi
Lihat Juga :