Pemerintah Diminta Lindungi Industri Konstruksi dari Lonjakan Harga Material dan Energi

Jum'at, 17 April 2026 - 16:59 WIB
loading...
Pemerintah Diminta Lindungi...
Studium Generale bertajuk Market Outlook dan Potensi Disrupsi Industri Jasa Konstruksi 2026 pada Jumat (17/4/2026). FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Keluarga Alumni Universitas Atma Jaya Yogyakarta (KAMAJAYA) meminta pemerintah menyiapkan terobosan maupun kebijakan strategis pada sektor jasa konstruksi Indonesia yang terpengaruh disrupsi negatif akibat kondisi geopolitik global sebagai dampak krisis di Timur Tengah. Hal ini sangat ditunggu oleh pelaku sektor Industri Jasa Konstruksi Indonesia, tidak terkecuali kontraktor, konsultan, manufaktur konstruksi, vendor serta pelaku sektor jasa konstruksi Indonesia lainnya.

"Krisis Timur Tengah telah secara nyata memberi dampak negatif pada sektor jasa konstruksi Indonesia belakangan ini melalui lonjakan biaya bahan bangunan (baja, semen, dan material konstruksi pabrikan lainnya) serta ancaman melambungnya harga bahan bakar fosil akibat ketidakpastian stok global," ujar Ketua Umum Pengurus Pusat KAMAJAYA Desiderius Viby Indrayana dalam Studium Generale bertajuk" Market Outlook dan Potensi Disrupsi Industri Jasa Konstruksi 2026", pada Jumat (17/4/2026).

Baca Juga: Krisis Nafta Landa Jepang, Sektor Konstruksi dan Manufaktur Mulai Lumpuh

Menurut Viby, gangguan logistik dan melemahnya nilai tukar rupiah, semakin memicu kenaikan biaya transportasi, operasional, logistik serta potensi tertundanya penyelesaian proyek infrastruktur yang sedang berjalan serta indiksi perlambatan pertumbuhan industri jasa konstruksi secara keseluruhan.

Selama ini, pelaku sektor jasa konstruksi Indonesia khususnya yang berada dalam kegiatan konstruksi berbasis anggaran belanja negara dan daerah, berpegang pada berbagai kebijakan, regulasi dan insight dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum guna melaksanakan kegiatan teknis jasa konstruksinya, termasuk terkait sertifikasi perusahaan maupun sertifikasi tenaga ahlinya.



Ketua Umum Gabungan Tenaga Ahli dan Terampil Konstruksi Indonesia (GATAKI) ini menekankan pentingnya pembahasan multi pihak mengenai Market Outlook Sektor Jasa Konstruksi Indonesia tahun 2026, khususnya pasca terjadinya disrupsi kondisi politik dan ekonomi global.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
3 Dekade Jaga Kualitas,...
3 Dekade Jaga Kualitas, Marwani Indah Perkokoh Posisi di Pasar Genteng Beton dan Paving Block
Arsari Tambang Bakal...
Arsari Tambang Bakal Bangun Pusat Riset Timah dan Logam Tanah Jarang di Bangka
Ekspor Tembus USD1 Miliar,...
Ekspor Tembus USD1 Miliar, Industri Tuna RI Incar Pasar Kolagen Global
Hilirisasi Tahap II...
Hilirisasi Tahap II Digenjot, Pengamat: Bisa Dongkrak Ekonomi dan Tambah Pendapatan Negara
Viro Transformasi ke...
Viro Transformasi ke Konstruksi Modular, Bidik Pasar Resort Tropis
International Industrial...
International Industrial Week Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Dorong Daya Saing Industri Melalui Inovasi dan Kemitraan Strategis
Evita DPR Soroti Ruwetnya...
Evita DPR Soroti Ruwetnya Industri Tekstil Nasional
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Rekomendasi
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Infografis
10 Fakta Konflik AS...
10 Fakta Konflik AS - Venezuela: Perebutan Pengaruh dan Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved