Indonesia Menuju Ekonomi Terbesar Dunia

Jum'at, 16 April 2021 - 05:57 WIB
loading...
A A A
Selanjutnya, keempat, Indonesia harus terus mampu, tidak hanya mengadopsi namun juga inverter dari teknologi; kelima, sektor publik seperti birokrasi harus terus diperbaiki kualitasnya; kelima, pengelolaan tata ruang yang baik dan didukung oleh sistem yang integratif; serta keenam sumber daya ekonomi dan keuangan dengan APBN sehat.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani menilai, untuk menjadi negara besar, maka Indonesia perlu memperluas kawasan pemasaran. Diketahui bahwa pertumbuhan ekonomi dunia saat ini bergeser, dan Asia menjadi pendorong ekonomi. Oleh karena itu, Indonesia yang berada di kawasan ASEAN harus mampu memainkan perannya.

“Bicara dari sisi pasar itu tidak hanya pasar dalam negeri. Pasar kawasan regional pun kalau kita pintar memainkannya bisa mendapat manfaat yang besar. Banyak potensi. Untuk regional saja kalau kita bisa tandatangani perjanjian bilateral dengan mereka. Jadi, kalau kita bisa memainkan peran, tentu besar potensinya,” ungkapnya.

Haryadi menegaskan soal pentingnya peningkatan SDM untuk menopang agar Indonesia menjadi negara besar dunia. Dengan demikian, Indonesia harus bisa menguasai pasar baik dalam negeri dan regional hingga global. Hal itu perlu ditingkatkan dengan pembenahan sistem pendidikan yang saat ini sudah mulai ditata dengan baik melalui pendidikan vokasi. Dengan demikian akan tercipta SDM yang siap pakai di dunia industri.

“Mengarah pada pendidikan vokasi pengetahuan terapan itu akan mempercepat jadi tenaga kerja produktif. Sebelumnya, dari 4.000 perguruan tinggi hanya 10 persen yang pendidikan vokasi. Sekarang diberi perhatian lebih besar pada yang terapan. Ini akan mempercepat penyiapan tenaga kerja mereka yang bisa langsung dipakai,” tambahnya.

Dia lantas me nuturkan adanya sejumlah kendala yang dihadapi Indonesia, yaitu soal konsistensi pemerintah.Menurut dia, sebagus apa pun program yang dibuat pada pemerintahan yang berlangsung, jika tidak dilanjutkan dengan pemerintahan berikutnya, maka akan percuma.

“Lebih pada konsistensi pemerintah berikutnya, itu rawan karena sebagus pemerintahan bikin program kalau ngga dilanjutkan akan percuma. Kecenderungan pemerintah berikutnya tidak mau melanjutkan program pemerintah sebelumnya. Padahal, konsisten itu penting,” tandasnya.

Optimistis
Anggota Komisi VI DPR Marwan Jafar mengaku optimis Indonesia bisa menggapai mimpi tersebut. Namun, jalan itu tentu tidak mudah. Salah satu langkah yang harus dilakukan saat ini, yaitu restrukturisasi kelembagaan di kementerian/lembaga bidang ekonomi.

’’Namun, memang sekarang kondisinya (pertumbuhan ekonomi) masih minus. Makanya, yang pertama harus dilakukan atau diubah adalah restukturisasi kelembagaan di bidang ekonomi. The right man on the right place. Kalau masih begini, ya susah,” ujarnya kepada KORAN SINDO, Rabu (14/4/2021).

Menurut dia, perubahan itu bukan sekadar menyangkut kebijakan, tetapi membangun kepercayaan global kepada Indonesia. Mau tidak mau, harus ada gebrakan yang membuat dunia luar merasa optimistis, sehingga mereka percaya dan menjalin kerja sama yang kuat dengan Indonesia. Apalagi, posisi Indonesia saat ini masuk dalam G-20.

Baca juga: Negara G20 Bakal Kompak Tagih Pajak Raksasa Digital

“Harus ditunjukkan betul-betul kalau anggota G-20. Karena kalau tidak, itu menjadi formalitas saja. Makanya, langkah pertama yang paling konkret adalah restrukturisasi kelembagaan di bidang ekonomi. Penataan kembali pada level kelembagaan maupun tim yang dibentuk seperti tim satgas pemulihan ekonomi ,” kata dia.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu melihat para pejabat di bidang ekonomi terkesan santai dan belum menunjukkan adanya gebrakan yang transformatif pada masa pandemi. Bahkan, dari sisi perdagangan ekspor-impor juga belum berjalan dengan baik. Padahal, kebijakan ekspor-impor akan berkorelasi dengan kebutuhan dasar dan berpengaruh terhadap PDB.

“Ini masih konsep lama semua, belum ada terobosan baru mengenai ekonomi. Jadi, belum menemukan kebijakan out of the box dalam konteks backthrough ekonomi secara nasional,” celetuknya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Beri Ancaman Ekstrem...
Iran Beri Ancaman Ekstrem Soal Energi Global: Minyak untuk Semua atau Tidak Sama Sekali
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
Dunia Tak Lagi Takut...
Dunia Tak Lagi Takut Ancaman Gejolak Selat Hormuz imbas Perang AS-Iran, Apa Rahasianya?
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
AllianzGI Sebut Pasar...
AllianzGI Sebut Pasar Global Masih Resilien, Seleksi Aset Jadi Kunci di Tengah Ketidakpastian
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Asta Cita dan Reposisi...
Asta Cita dan Reposisi Peran Negara versus Pasar
Rekomendasi
Paripurna DPR Setujui...
Paripurna DPR Setujui Wahidah Suaib Jadi Anggota Ombudsman Pengganti Hery Susanto
Tamara Tyasmara Mimpi...
Tamara Tyasmara Mimpi Didatangi Dante, Lalu Temukan Fakta Ini
Apakah Pengadilan Tengah...
Apakah Pengadilan Tengah Mengadili Metode Berpikir dr Tifa dan Roy Suryo?
Berita Terkini
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
Bahlil Ramal 10 Tahun...
Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Infografis
Jadwal Perempat Final...
Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved