Nasib, Nasib! Impor Bakal Bikin 1,8 Juta Ton Garam Lokal Tak Terserap
Selasa, 20 April 2021 - 18:53 WIB
loading...
A
A
A
Ia menuturkan jumlah yang tidak terserap tersebut bisa berubah tergantung dengan cuaca yang ada. Jika musim panen atau di bulan April sampai September cuaca panas, maka produksinya bisa tinggi.
"Jumlah tidak terserap dengan asumsi produksi tetap 2,1 juta ton. Tapi kebalikan kalau selama periode April sampai September curah hujannya masih tinggi maka besar kemungkinan produksi garamnya tak mencapai 2 juta ton. Otomatis yang tidak terserap akan lebih kecil dari 1,8 juta ton,” ujarnya.
( Baca juga:Heboh Reshuffle Kabinet, PDIP Tegaskan Tak Ada Desakan ke Jokowi )
Ia menambahkan, rencana pemerintah mengimpor garam sebanyak 3 juta ton ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2020 yang tercatat sebanyak 2,7 juta ton. Padahal masih ada garam yang belum terserap di tahun lalu.
“Ada informasi yang kami peroleh masih tersedia stok garam rakyat itu kurang lebih 1 juta sekian ton yang masih tersebar di beberapa gudang atau beberapa tambak yang memang sampai saat ini diduga masih belum terserap,” jelasnya.
"Jumlah tidak terserap dengan asumsi produksi tetap 2,1 juta ton. Tapi kebalikan kalau selama periode April sampai September curah hujannya masih tinggi maka besar kemungkinan produksi garamnya tak mencapai 2 juta ton. Otomatis yang tidak terserap akan lebih kecil dari 1,8 juta ton,” ujarnya.
( Baca juga:Heboh Reshuffle Kabinet, PDIP Tegaskan Tak Ada Desakan ke Jokowi )
Ia menambahkan, rencana pemerintah mengimpor garam sebanyak 3 juta ton ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2020 yang tercatat sebanyak 2,7 juta ton. Padahal masih ada garam yang belum terserap di tahun lalu.
“Ada informasi yang kami peroleh masih tersedia stok garam rakyat itu kurang lebih 1 juta sekian ton yang masih tersebar di beberapa gudang atau beberapa tambak yang memang sampai saat ini diduga masih belum terserap,” jelasnya.
(uka)
Lihat Juga :