Peran Perempuan dalam Pengembangan Usaha Syariah Bukan Main-main
Minggu, 25 April 2021 - 19:29 WIB
loading...
A
A
A
Sementara untuk ekspor China USD10,6 miliar, India USD3,1 miliar, dan Turki USD2,3 miliar. Tahun 2024 diperkirakan belanja moslem dan clothing apparel akan tumbuh 6% mencapai USD402 miliar.
Selain itu Indonesia juga merupakan pasar domestik ketiga terbesar dengan nilai belanja USD21 triliun. "Saat ini pencarian Google dengan keyword moslem fashion Indonesia tebesar 77%, diikuti Malaysia 15%, dan sisanya Inggris dan negara lain," ungkapnya.
Baca Juga: Laznas BSMU Maksimalkan Fitur Bank Syariah Indonesia Mobile
Dengan begitu, potensi ekspor yang besar ke Saudia Arabia, Pakistan, UAE, serta Eropa Selatan, Eropa Timur dan Asia Selatan terbuka lebar dan membutuhkan dukungan investor, pemerintah, dan perbankan.
"Harapannya, pelaku Modest Fashion Indonesia harus terus berinovasi sehingga mampu menarik minat para angel investor agar tidak hanya berinvestasi pada startup dibidang aplikasi teknologi saja. Kita berharap prospek industri modest fashion di Indonesia dapat direalisasikan sampai munculnya unicorn modest fashion moslem Indonesia," tukas Amy.
Sebelumnya, Menteri Keuangan selaku Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), Sri Mulyani, secara terpisah menyampaikan peranan perempuan yang menjadi wirausaha meningkatkan potensi kontribusi terhadap PDB sangat besar.
Potensi kontribusi dalam wujud nyata adalah di sektor UMKM, yakni 53,76% UMKM dimiliki oleh perempuan dengan 97% karyawan adalah perempuan, dengan kontribusi terhadap perekonomian 61%.
Selain itu Indonesia juga merupakan pasar domestik ketiga terbesar dengan nilai belanja USD21 triliun. "Saat ini pencarian Google dengan keyword moslem fashion Indonesia tebesar 77%, diikuti Malaysia 15%, dan sisanya Inggris dan negara lain," ungkapnya.
Baca Juga: Laznas BSMU Maksimalkan Fitur Bank Syariah Indonesia Mobile
Dengan begitu, potensi ekspor yang besar ke Saudia Arabia, Pakistan, UAE, serta Eropa Selatan, Eropa Timur dan Asia Selatan terbuka lebar dan membutuhkan dukungan investor, pemerintah, dan perbankan.
"Harapannya, pelaku Modest Fashion Indonesia harus terus berinovasi sehingga mampu menarik minat para angel investor agar tidak hanya berinvestasi pada startup dibidang aplikasi teknologi saja. Kita berharap prospek industri modest fashion di Indonesia dapat direalisasikan sampai munculnya unicorn modest fashion moslem Indonesia," tukas Amy.
Sebelumnya, Menteri Keuangan selaku Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), Sri Mulyani, secara terpisah menyampaikan peranan perempuan yang menjadi wirausaha meningkatkan potensi kontribusi terhadap PDB sangat besar.
Potensi kontribusi dalam wujud nyata adalah di sektor UMKM, yakni 53,76% UMKM dimiliki oleh perempuan dengan 97% karyawan adalah perempuan, dengan kontribusi terhadap perekonomian 61%.
(akr)
Lihat Juga :