Belajar dari Musibah KRI Nanggala, Sistem Anggaran Pertahanan Perlu Dievaluasi
Selasa, 27 April 2021 - 14:45 WIB
loading...
A
A
A
"Untuk meremajakan alutsista nasional, Indonesia perlu mengaktivasi kemampuan BUMN ketahanan. Saat ini pemerintah berencana membangun program kemandirian sistem pertahanan melalui pembentukan Holding BUMN Pertahanan. Holding tersebut meliputi lima BUMN yaitu PT Dirgantara Indonesia, PT Len Industri, PT Pindad, PT PAL dan PT Dahana," ujar Hidayat.
Baca Juga: Pentingnya Menjaga Lautan Indonesia, Ustaz Abdul Somad Ajak Masyarakat Patungan Beli Kapal Selam
Hidayat melihat Holding BUMN Pertahanan masih sangat lamban implementasinya. Adapun, Holding BUMN pertahanan tersebut masih dalam bentuk blueprint yang belum dilaksanakan. Kelambanan tersebut karena rendahnya kemampuan BUMN pertahanan dalam menarik investasi baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
"Padahal bila Holding BUMN Pertahanan bisa diimplementasikan cepat, peremajaan alutsista Indonesia akan lebih murah dan lebih cepat sehingga sistem pertahanan mandiri dan kuat dapat terwujud," tandasnya.
Baca Juga: Pentingnya Menjaga Lautan Indonesia, Ustaz Abdul Somad Ajak Masyarakat Patungan Beli Kapal Selam
Hidayat melihat Holding BUMN Pertahanan masih sangat lamban implementasinya. Adapun, Holding BUMN pertahanan tersebut masih dalam bentuk blueprint yang belum dilaksanakan. Kelambanan tersebut karena rendahnya kemampuan BUMN pertahanan dalam menarik investasi baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
"Padahal bila Holding BUMN Pertahanan bisa diimplementasikan cepat, peremajaan alutsista Indonesia akan lebih murah dan lebih cepat sehingga sistem pertahanan mandiri dan kuat dapat terwujud," tandasnya.
(fai)
Lihat Juga :