Bertemu LIPI, BPJPH Sodorkan Lima Area Penguatan Produk Halal UMK
Rabu, 28 April 2021 - 03:55 WIB
loading...
A
A
A
“Area potensial berikutnyaadalah penelitian di bidang halal. Riset ini core business-nya LIPI. Kami mengajak melakukanriset bahan-bahan halal dari aneka ragam sumber daya alam yangkita miliki. Bahan halal adalah hulu dari proses produk halal, sehingga ketersediaannya menjadi sangat krusial dalam percepatan sertifikasi halal produk UMK,” lanjutnya.
Hal senada diungkapkan Sekretaris BPJPH Muhammad Lutfi Hamid. Menurutnya, di samping membantu pengembangan substitusi bahan halal, riset juga dapat membantu produk UMK dari sisi supply chain sehingga peluang market produk UMK semakin baik dan berdaya saing tinggi.
“Jika ada supply chain produk UMK tentu akan lebih baik lagi. Dan ini penting karena saat ini penelitian di bidang halal sudah menjadi konsen dunia,” kata Lutfi Hamid.
(Baca juga:BPJPH Bahas Impor Daging Halal dari Chile)
Sementara itu, Kepala Pusat Kerja Sama dan Standardisasi Halal Sri Ilham Lubis, menambahkan penguatan produk dapat dilakukan secara lebih spesifik pada pembinaan dalam pemanfaatan teknologi untuk produk UMK berorientasi ekspor. Hal itu penting mengingat peluang ekspor produk halal Indonesia masih sangat terbuka lebar.
“Salah satu contohnya adalah pemenuhan kebutuhan konsumsi jamaah haji dan umroh yang ada setiap tahun, juga untuk ekspor ke berbagai negara lainnya,” jelas Sri Ilham.
Hal senada diungkapkan Sekretaris BPJPH Muhammad Lutfi Hamid. Menurutnya, di samping membantu pengembangan substitusi bahan halal, riset juga dapat membantu produk UMK dari sisi supply chain sehingga peluang market produk UMK semakin baik dan berdaya saing tinggi.
“Jika ada supply chain produk UMK tentu akan lebih baik lagi. Dan ini penting karena saat ini penelitian di bidang halal sudah menjadi konsen dunia,” kata Lutfi Hamid.
(Baca juga:BPJPH Bahas Impor Daging Halal dari Chile)
Sementara itu, Kepala Pusat Kerja Sama dan Standardisasi Halal Sri Ilham Lubis, menambahkan penguatan produk dapat dilakukan secara lebih spesifik pada pembinaan dalam pemanfaatan teknologi untuk produk UMK berorientasi ekspor. Hal itu penting mengingat peluang ekspor produk halal Indonesia masih sangat terbuka lebar.
“Salah satu contohnya adalah pemenuhan kebutuhan konsumsi jamaah haji dan umroh yang ada setiap tahun, juga untuk ekspor ke berbagai negara lainnya,” jelas Sri Ilham.
Lihat Juga :