Ekonomi RI Kehilangan Rp1.356 Triliun Akibat Pandemi Covid-19 Berkepanjangan
Kamis, 29 April 2021 - 13:27 WIB
loading...
enteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, pandemi Covid-19 yang berkepanjangan membuat negara Indonesia kehilangan potensi keuangan hingga ribuan triliun. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat bahwa Covid-19 membuat tekanan yang luar biasa terhadap perekonomian Indonesia . Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, pandemi membuat negara kehilangan potensi keuangan ribuan triliun.
"Kalau kita estimasi dari hilangnya kesempatan kita untuk mendapatkan pertumbuhan ekonomi tahun 2020 sebelum Covid-19 yang ditargetkan 5,3% kemudian berakhir minus 2%. Nilai ekonomi yang hilang akibat pandemi sebesar Rp1.356 triliun,” kata Sri Mulyani dalam video virtual, Kamis (29/4/2021).
Baca Juga: Di Kongres PMII, Jokowi: Ekonomi Indonesia Tunjukkan Tren Positif
Mantan Direktur Bank Dunia ini merinci angka itu setara dengan 8,8% dari produk domestik bruto (PDB) 2020. Besarnya, belanja ini karena pemerintah melakukan kebijakan menjaga kestabilan (countercyclical) untuk menahan dampak negatif Covid-19 terhadap ekonomi.
"Tidak berarti kita terlena atau tidak menganggap persoalan perlu diperhatikan serius , namun seluruh dunia lakukan countercyclical," bebernya.
"Kalau kita estimasi dari hilangnya kesempatan kita untuk mendapatkan pertumbuhan ekonomi tahun 2020 sebelum Covid-19 yang ditargetkan 5,3% kemudian berakhir minus 2%. Nilai ekonomi yang hilang akibat pandemi sebesar Rp1.356 triliun,” kata Sri Mulyani dalam video virtual, Kamis (29/4/2021).
Baca Juga: Di Kongres PMII, Jokowi: Ekonomi Indonesia Tunjukkan Tren Positif
Mantan Direktur Bank Dunia ini merinci angka itu setara dengan 8,8% dari produk domestik bruto (PDB) 2020. Besarnya, belanja ini karena pemerintah melakukan kebijakan menjaga kestabilan (countercyclical) untuk menahan dampak negatif Covid-19 terhadap ekonomi.
"Tidak berarti kita terlena atau tidak menganggap persoalan perlu diperhatikan serius , namun seluruh dunia lakukan countercyclical," bebernya.
Lihat Juga :