Kementan Latih Penyuluh Sosialisasi Pemupukan Berimbang bagi Petani
Jum'at, 30 April 2021 - 05:52 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga:Kementan Dorong Penyuluh Pertanian Tingkatkan Kompetensi)
Hal itu sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo yang kerapkali mengingatkan petani untuk bijak memakai pupuk secara berimbang, agar produktivitas pertanian bisa dipertahankan.
“Penyuluh berperan vital membina petani, memastikan penerapan teknologi pertanian yang direkomendasikan, fasilitasi penumbuhan dan pengembangan kelembagaan petani dan kelembagaan ekonomi petani,” kata Mentan Syahrul saat bertemu petani dan penyuluh secara daring melalui Agricultur War Room (AWR).
Mentan yakin, kalau petani konsisten menggunakan pupuk secara berimbang, maka produktivitas dan daya saing pertanian bisa dipertahankan. “Karena keduanya bertalian erat,” kata Mentan.
(Baca juga:IPDIMP Dukung Kementan Transformasi Pertanian Tradisional ke Modern)
Dedi Nursyamsi mengingatkan penyuluh agar sosialisasi proses pemupukan yang baik dan benar. Cara pemupukan ini mengacu pada 5T yakni Tepat Jenis, Tepat Dosis, Tepat Waktu, Tepat Tempat dan Tepat Cara, diawali dengan menyehatkan tanah sebelum pemupukan agar pupuk bekerja optimal.
“Pemupukan berimbang mendorong penggunaan pupuk sesuai kebutuhan. Misalnya jagung, butuh pupuk urea hingga 350 kg per hektare (ha). Ini beda dengan kedelai yang hanya 50 kg per ha,” katanya lagi.
Hal itu sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo yang kerapkali mengingatkan petani untuk bijak memakai pupuk secara berimbang, agar produktivitas pertanian bisa dipertahankan.
“Penyuluh berperan vital membina petani, memastikan penerapan teknologi pertanian yang direkomendasikan, fasilitasi penumbuhan dan pengembangan kelembagaan petani dan kelembagaan ekonomi petani,” kata Mentan Syahrul saat bertemu petani dan penyuluh secara daring melalui Agricultur War Room (AWR).
Mentan yakin, kalau petani konsisten menggunakan pupuk secara berimbang, maka produktivitas dan daya saing pertanian bisa dipertahankan. “Karena keduanya bertalian erat,” kata Mentan.
(Baca juga:IPDIMP Dukung Kementan Transformasi Pertanian Tradisional ke Modern)
Dedi Nursyamsi mengingatkan penyuluh agar sosialisasi proses pemupukan yang baik dan benar. Cara pemupukan ini mengacu pada 5T yakni Tepat Jenis, Tepat Dosis, Tepat Waktu, Tepat Tempat dan Tepat Cara, diawali dengan menyehatkan tanah sebelum pemupukan agar pupuk bekerja optimal.
“Pemupukan berimbang mendorong penggunaan pupuk sesuai kebutuhan. Misalnya jagung, butuh pupuk urea hingga 350 kg per hektare (ha). Ini beda dengan kedelai yang hanya 50 kg per ha,” katanya lagi.
Lihat Juga :