Kementan Dorong Penyuluh Pertanian Tingkatkan Kompetensi

Senin, 26 April 2021 - 06:11 WIB
loading...
Kementan Dorong Penyuluh Pertanian Tingkatkan Kompetensi
Mentan Syahrul Yasin Limpo (kiri) didampingi Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi melakukan dialog interaktif secara virtual dengan para penyluh pertanian melalui AWR Kementan. (Foto: Dok. BPPSDMP)
A A A
JAKARTA - Evaluasi dan peningkatan kompetensi penyuluh pertanian melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) menjadi sasaran strategis Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mendukung petani mengembangkan sistem pertanian modern.

Kegiatan ToT sebagai pelatihan untuk penyuluh menjadi perhatian utama Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo saat membuka ToT bertajuk 'Pemupukan Berimbang Tingkatkan Produktivitas dan Daya Saing Pertanian' di Jakarta, Jumat pekan lalu (23/4). Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah penyuluh dari seluruh Indonesia secara virtual.

(Baca juga:Kementan Jaga Produksi dan Pengendalian Pangan)

“Bagi penyuluh, ToT ini penting. Ini ToT awal, dan kita harus terus melakukan terobosan dan inovasi. Siapapun yang mengurus pertanian, harus menjaga sekitar kita agar perut selalu kenyang,” kata Mentan Syahrul di Agriculture War Room (AWR) Kementan didampingi Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi.

Menurut Mentan, kegiatan ToT menjadi vital bagi Kementan, sebagai upaya memastikan penyuluh untuk mengevaluasi keterampilan dan meningkatkannya. Jangan menganggap penyuluh yang sudah lama bekerja, tetap mampu meneruskan pengetahuan dan keterampilan kepada penyuluh kepada petani.

(Baca juga:IPDIMP Dukung Kementan Transformasi Pertanian Tradisional ke Modern)

“Memang dia menguasai pekerjaannya, tapi mampukah dia mengajarkan hal itu kepada yang lain. Dalam hal ini, pemupukan berimbang yang menjadi fokus ToT. Di sinilah, kita membutuhkan ToT,” kata Mentan Syahrul.

Dengan mengikuti ToT, katanya lagi, penyuluh akan mendapatkan berbagai teknik penting dan bermanfaat yang memungkinkannya menjadi fasilitator yang lebih efektif dan menarik bagi petani. Hasilnya, petani yang mendapat pelatihan tentang pemupukan berimbang dari penyuluh mumpuni akan meneruskan ke petani lain.

(Baca juga:Kementan Tingkatkan Peran Penyuluh Pertanian untuk Dampingi Petani Sawit)

“Siapapun yang mengurusi pertanian, dilarang tenang-tenang jika ada tetangga atau sekitar rumahnya kelaparan. Pertanian harus menyediakan pangan buat rakyat. Pertanian juga memberi pekerjaan sekaligus menghidupi keluarganya,” kata Syahrul.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1067 seconds (10.177#12.26)