Kalah dari Malaysia dan Thailand, Teten Dorong Milenial Berwirausaha
Senin, 03 Mei 2021 - 11:40 WIB
loading...
MenkopUKM Teten Masduki. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Berwirausaha menjadi pilihan strategis bagi para milenial yang berpotensi sangat baik bagi perekonomian bangsa. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, jumlah wirausaha di Indonesia masih rendah sehingga ada tantangan besar untuk mendorong kewirausahaan di tanah air.
“Selain tekad kemandirian yang tinggi, milenial juga sangat dinamis. Potensi ini juga kita tangkap dalam rangka meningkatkan rasio kewirausahaan Indonesia yang saat ini baru 3,47% saja relatif rendah dibandingkan Thailand 4,26%, Malaysia 4,74%, dan Singapura 8,76%,” kata Teten di Jakarta, Senin (3/5/2022).
Dia menambahkan, populasi penduduk saat ini sekitar 270 juta jiwa di mana 68,75% masuk dalam usia produktif dengan generasi milenial 69,90 juta jiwa atau 25,87 persen dan Generasi Z 75,49 juta jiwa atau setara dengan 27,94 persen dari populasi.
Baca juga: Bukan Milenial, YouTuber Gen Z Dominasi Subscriber dan Pendapatan Terbanyak
“Jumlah ini tidak seluruhnya diserap oleh sektor pemerintah dan swasta. Pandemi Covid-19 juga meningkatkan jumlah pekerja informal sebesar 1,18 juta atau 2,62 persen dibanding tahun 2019 berdasarkan data Sakernas BPS 2020,” katanya.
“Selain tekad kemandirian yang tinggi, milenial juga sangat dinamis. Potensi ini juga kita tangkap dalam rangka meningkatkan rasio kewirausahaan Indonesia yang saat ini baru 3,47% saja relatif rendah dibandingkan Thailand 4,26%, Malaysia 4,74%, dan Singapura 8,76%,” kata Teten di Jakarta, Senin (3/5/2022).
Dia menambahkan, populasi penduduk saat ini sekitar 270 juta jiwa di mana 68,75% masuk dalam usia produktif dengan generasi milenial 69,90 juta jiwa atau 25,87 persen dan Generasi Z 75,49 juta jiwa atau setara dengan 27,94 persen dari populasi.
Baca juga: Bukan Milenial, YouTuber Gen Z Dominasi Subscriber dan Pendapatan Terbanyak
“Jumlah ini tidak seluruhnya diserap oleh sektor pemerintah dan swasta. Pandemi Covid-19 juga meningkatkan jumlah pekerja informal sebesar 1,18 juta atau 2,62 persen dibanding tahun 2019 berdasarkan data Sakernas BPS 2020,” katanya.
Lihat Juga :