Maskapai Super Air Jet: Pemain Baru dengan Pesawat Lama?

Selasa, 04 Mei 2021 - 16:15 WIB
loading...
Maskapai Super Air Jet:...
Foto/twitterGerrySoejatman
A A A
JAKARTA - Pengamat penerbangan Alvin Lie mencatat pesawat Super Air Jet dengan jenis Airbus 320-200 adalah pesawat tua atau lama. Sementara Super Air Jet sendiri merupakan pemain baru dalam industri penerbangan nasional.

Dalam bisnis penerbangan internasional, pesawat jenis A320neo atau new engine option merupakan generasi terbaru. Pesawat ini diproduksi oleh produsen pesawat asal Perancis, Airbus. Dan pada 2016 lalu, Airbus secara resmi menyerahkan A320neo kepada operator pertamanya, maskapai asal Jerman, Lufthansa.

Baca juga:Waspada! Akibat Suku Bunga Global Naik, Utang RI Meningkat Rp1.000 Triliun

"Pesawat Airbus 320-200 yang sebetulnya juga cukup tua, sekarang kita sudah bicara RB 320neo," ujar Alvin saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (4/5/2021).

Meski demikian, Indonesia perlu mengapresiasi kehadiran pesawat yang dikelola oleh pihak swasta tersebut. Alvin menyebut, selama 10 tahun terakhir ini Indonesia tidak memiliki pemain baru dalam bisnis penerbangan nasional.

Menurutnya, ada kejelian pengusaha membeli pesawat dengan harga yang murah di tengah pandemi Covid-19. Sebab, pada saat yang sama, banyak pihak airline yang mengembalikan pesawat karena faktor tidak dapat melanjutkan kontrak atau tidak mampu bayar harga sewa.

"Saya melihat kehadiran Super Air Jet menunjukkan kejelian pengusaha untuk membeli pesawat dengan harga yang murah. Kita ketahui, selama pandemi ini banyak airline yang mengembalikan pesawat dan tidak mampu melanjutkan kontrak atau bahkan tidak mampu bayar sewa," katanya.

Disisi lain, bahan bakar Airbus 320-200 terkenal cukup efisien dan irit. Hal itu membuat maskapai memiliki pasar di segmen low cost carrier (LCC). Apalagi sejak diterpa pandemi Covid-19, harga menjadi pertimbangan utama pengguna jasa penerbangan.

"Ini terkenal irit dan efisien bahan bakarnya sehingga cocok untuk LCC. Potensi pasar LCC di tengah pandemi kebutuhan untuk bepergian itu akan selalu ada dan selama pandemi daya beli itu menurun, sehingga konsumen akan lebih sensitif terhadap harga," tutur dia.

Sebelumnya, CEO Super Air Jet Ari Azhari menjelaskan, maskapai ini telah didirikan pada Maret 2021 dan memiliki kode penerbangan IU dari Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional atau IATA dan SJV dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional atau ICAO.

Saat ini, Super Air Jet tengah mempersiapkan fase bersiap untuk lepas landas melalui berbagai tahapan dan prosedur yang dibutuhkan berdasarkan ketentuan-ketentuan dalam rangka mempersiapkan penerbangan perdana, yang dijadwalkan dalam waktu dekat

"Super Air Jet didirikan atas dasar optimisme bahwa peluang pasar khususnya kebutuhan penerbangan dalam negeri masih ada dan terbuka luas, ada permintaan yang sangat kuat dari masyarakat untuk perjalanan udara saat ini, terutama para milenial," ujar Ari.

Baca juga:Khawatir Tambah Beban Ekonomi, Istri Driver Ojol Ini Gugurkan Janin Bayi

Pesawat ini juga didesain dan dipersiapkan agar mampu menampung banyak untuk bisa bepergian menggunakan pesawat udara tujuan wisata, pendidikan, pebisnis muda dan mengunjungi ke berbagai kota tujuan favorit.

Pada tahap awal, maskapai baru ini akan mengoperasikan pesawat generasi terbaru, yaitu Airbus 320-200 yang berkapasitas 180 kursi kelas ekonomi, yang nyaman di kelasnya, tempat duduk ergonomis. Dari faktor demografis, maskapai ini akan menyasar kalangan muda.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
Rupiah Ambles ke Rp17.900,...
Rupiah Ambles ke Rp17.900, Siap-siap! Harga Tiket Pesawat Bakal Naik
Harga Avtur Domestik...
Harga Avtur Domestik Turun hingga 10 Persen Mulai 1 Juni 2026, Kabar Baik buat Industri Penerbangan
AS Bakal Batasi Penerbangan...
AS Bakal Batasi Penerbangan Internasional, Picu Kekacuan Jutaan Penumpang Global
Joy Air Bangkrut, Ribuan...
Joy Air Bangkrut, Ribuan Penumpang di China Telantar
Fenomena Gangguan Sinyal...
Fenomena Gangguan Sinyal GPS, DPR: Berpotensi Ancam Keselamatan Penerbangan Sipil
DPR Apresiasi Pemerintah...
DPR Apresiasi Pemerintah Sikapi Kenaikan Avtur, Harusnya Tiket Pesawat Tak Naik
Airbus Berniat Tak Menggunakan...
Airbus Berniat Tak Menggunakan AWS, Google, dan Microsoft pada Sistem Navigasi
Rekomendasi
Polisi Persilakan Tiyo...
Polisi Persilakan Tiyo Ardianto Bikin Laporan Dugaan Temuan Alat Pelacak di Mobil
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo Ardianto
Berita Terkini
IFG Life Bayarkan Klaim...
IFG Life Bayarkan Klaim Asuransi Kredit Nasabah Bank Sulselbar
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
Momentum Indonesia Perkuat...
Momentum Indonesia Perkuat Fondasi Ketahanan Energi di 2026, Ini Kuncinya
Infografis
KAI KF-21 Pesawat Karya...
KAI KF-21 Pesawat Karya Indonesia Korsel dengan Teknologi Siluman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved