Masih Minus, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Diprediksi Terkontraksi 0,8%
Rabu, 05 Mei 2021 - 09:20 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2021 diperkirakan terkontraksi pada kisaran -0,87% (year on year/yoy) dari kuartal sebelumnya yang tercatat -2,19% yoy.
Ekonom Bank Permata, Josua Parde mengatakan, pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan mengalami kontraksi pada kisaran -1,0% yoy. Kontraksi pada kuartal I/2021 tercatat lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya, di mana konsumsi rumah tangga tercatat terkontraksi sebesar -3,61% yoy.
"Semakin terbatasnya kontraksi dipengaruhi oleh percepatan belanja pemerintah pusat terutama belanja bansos, belanja modal dan belanja barang," kata Josua saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Selasa (5/5/2021).
Baca juga: Toko Kelontong Sumbang Rp69,3 Triliun Per Tahun untuk PDB Ritel
Selain itu pemerintah melakukan beberapa stimulus kebijakan seperti relaksasi PPN perumahan, relakasasi PPnBM kendaraan bermotor yang dikombinasikan dengan pelonggaran kebijakan DP kendaraan bermotor dan kebijakan LTV dari Bank Indonesia.
Data yang menunjukan adanya perbaikan dari konsumsi rumah tangga di antaranya penjualan ritel, yang terkontraksi -17,1% yoy, membaik bila dibandingkan dengan kontraksi pada kuartal 2020 sebesar -19,2% yoy.
Ekonom Bank Permata, Josua Parde mengatakan, pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan mengalami kontraksi pada kisaran -1,0% yoy. Kontraksi pada kuartal I/2021 tercatat lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya, di mana konsumsi rumah tangga tercatat terkontraksi sebesar -3,61% yoy.
"Semakin terbatasnya kontraksi dipengaruhi oleh percepatan belanja pemerintah pusat terutama belanja bansos, belanja modal dan belanja barang," kata Josua saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Selasa (5/5/2021).
Baca juga: Toko Kelontong Sumbang Rp69,3 Triliun Per Tahun untuk PDB Ritel
Selain itu pemerintah melakukan beberapa stimulus kebijakan seperti relaksasi PPN perumahan, relakasasi PPnBM kendaraan bermotor yang dikombinasikan dengan pelonggaran kebijakan DP kendaraan bermotor dan kebijakan LTV dari Bank Indonesia.
Data yang menunjukan adanya perbaikan dari konsumsi rumah tangga di antaranya penjualan ritel, yang terkontraksi -17,1% yoy, membaik bila dibandingkan dengan kontraksi pada kuartal 2020 sebesar -19,2% yoy.
Lihat Juga :