Masih Minus, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Diprediksi Terkontraksi 0,8%

loading...
Masih Minus, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Diprediksi Terkontraksi 0,8%
Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2021 diperkirakan terkontraksi pada kisaran -0,87% (year on year/yoy) dari kuartal sebelumnya yang tercatat -2,19% yoy.

Ekonom Bank Permata, Josua Parde mengatakan, pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan mengalami kontraksi pada kisaran -1,0% yoy. Kontraksi pada kuartal I/2021 tercatat lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya, di mana konsumsi rumah tangga tercatat terkontraksi sebesar -3,61% yoy.

"Semakin terbatasnya kontraksi dipengaruhi oleh percepatan belanja pemerintah pusat terutama belanja bansos, belanja modal dan belanja barang," kata Josua saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Selasa (5/5/2021).

Baca juga: Toko Kelontong Sumbang Rp69,3 Triliun Per Tahun untuk PDB Ritel

Selain itu pemerintah melakukan beberapa stimulus kebijakan seperti relaksasi PPN perumahan, relakasasi PPnBM kendaraan bermotor yang dikombinasikan dengan pelonggaran kebijakan DP kendaraan bermotor dan kebijakan LTV dari Bank Indonesia.



Data yang menunjukan adanya perbaikan dari konsumsi rumah tangga di antaranya penjualan ritel, yang terkontraksi -17,1% yoy, membaik bila dibandingkan dengan kontraksi pada kuartal 2020 sebesar -19,2% yoy.

Dari sisi Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK), terlihat bahwa kontraksinya semakin terbatas, di mana pada kuartal I tercatat IKK terkontrkasi sebesar -17,9% yoy, lebih rendah dibandingkan kontraksi pada kuartal keempat 2020, sebesar -23,6% yoy.

Dari konsumsi barang tahan lama/durable goods, pertumbuhan penjualan mobil mengalami kontraksi -21,1%yoy, sedikit membaik bila dibandingkan dengan kontraksi pada kuartal IV sebesar -41,8%yoy.

"Perbaikan penjualan mobil ditopang oleh pertumbuhan di bulan Maret 2021, di mana kebijakan relaksasi PPNBm serta pelonggaran kebijakan makroprudensial BI. Dari sisi penjualan motor, kontraksinya pun menurun bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya di mana penjualan motor Januari- Maret 2021 terkontraksi -17,7% yoy dibandingkan dengan -49,8% yoy di Oktober sampaj Desember 2020," katanya.

Baca juga: 7 BUMN Akan Dibubarkan Tahun Ini, Erick Thohir Singgung Pimpinan Zalim



Selain itu, impor barang konsumsi sepanjang kuartal IV tahun 2020 tercatat tumbuh positif sebesar 14,6% yoy, meningkat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang masih berkontraksi sebesar -14,8% yoy.

Pertumbuhan PMTB/Investasi pada kuartal I/2021 diperkirakan masih mengalami kontraksi di kisaran -2% yoy hingga -3% yoy, membaik dari kuartal sebelumnya yang tercatat -6,15%. Perbaikan ini dapat terindikasi pertumbuhan konsumsi semen yang terkontraksi -0,2% yoy pada Januari Maret dari kuartal sebelumnya sebesar -13,8% yoy.

"Masih kontraksinya konsumsi semen mengindikasikan bahwa investasi bangunan masih terkontraksi dibanding tahun lalu, meskipun kontraksinya tidak sedalam kuartal IV/2020," katanya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top