Tak Beroperasi 14 Tahun, PTBA Tutup Anak Usaha
Rabu, 05 Mei 2021 - 10:43 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) kembali menutup anak usahanya, yaitu PT Bukit Energi Metana (PT BEM) pada 30 April 2021. Perusahaan yang ditutup dan dilikuidasi tersebut dimiliki Bukit Asam secara langsung dengan kepemilikan 99,99 persen.
Dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Sekretaris Perusahaan Bukit Asam, Apollonius Andwie menjelaskan, PT BEM bergerak di bidang penambangan gas metana batu bara. Namun, sejak didirikan pada tahun 2007 perusahaan tersebut belum beroperasi secara komersial hingga saat ini.
Baca Juga: Isu Novel Baswedan Dipecat dari KPK, Demokrat Singgung Revolusi Mental
Adapun pada Maret tahun ini Bukit Asam telah melakukan penutupan dan likuidasi terhadap Anthrakas Pte. Ltd (Anthrakas). Kegiatan Usaha Anthrakas bergerak dalam bidang perdagangan batu bara dan telah beroperasi secara komersial sejak tahun 2014, namun di tahun 2020 dan 2021 tidak ada aktivitas usaha yang dilakukan oleh Anthrakas.
"Penutupan dilakukan sehubungan dengan rencana restrukturisasi/perampingan grup Perseroan dalam rangka bertransformasi menjadi perusahaan yang agile," ujar Apollonius dalam keterangan tertulis, Rabu (5/5/2021).
Dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Sekretaris Perusahaan Bukit Asam, Apollonius Andwie menjelaskan, PT BEM bergerak di bidang penambangan gas metana batu bara. Namun, sejak didirikan pada tahun 2007 perusahaan tersebut belum beroperasi secara komersial hingga saat ini.
Baca Juga: Isu Novel Baswedan Dipecat dari KPK, Demokrat Singgung Revolusi Mental
Adapun pada Maret tahun ini Bukit Asam telah melakukan penutupan dan likuidasi terhadap Anthrakas Pte. Ltd (Anthrakas). Kegiatan Usaha Anthrakas bergerak dalam bidang perdagangan batu bara dan telah beroperasi secara komersial sejak tahun 2014, namun di tahun 2020 dan 2021 tidak ada aktivitas usaha yang dilakukan oleh Anthrakas.
"Penutupan dilakukan sehubungan dengan rencana restrukturisasi/perampingan grup Perseroan dalam rangka bertransformasi menjadi perusahaan yang agile," ujar Apollonius dalam keterangan tertulis, Rabu (5/5/2021).
Lihat Juga :