Philip Morris Tunjuk Jacek Olczak Jadi CEO, Percepat Transformasi Menuju Bebas Asap

Jum'at, 07 Mei 2021 - 08:58 WIB
loading...
Philip Morris Tunjuk...
Philip Morris International Inc. (PMI) (NYSE: PM), perusahaan induk PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) menunjuk Jacek Olczak sebagai CEO menyusul Rapat Tahunan Pemegang Saham tahun 2021. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Philip Morris International Inc. (PMI) (NYSE: PM), perusahaan induk PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) menunjuk Jacek Olczak sebagai CEO menyusul Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun 2021 yang digelar pada tanggal 5 Mei. Olczak sebelumnya menjabat sebagai Chief Operating Officer PMIjuga ditunjuk sebagai anggota Dewan Direksi Perusahaan.

Sebelum rapat digelar, André Calantzopoulos, yang menduduki jabatan Chief Executive Officer PMI sejak tahun 2013 hingga 5 Mei 2021, ditunjuk sebagai Executive Chairman dari Dewan Direksi. Penunjukan ini menindaklanjuti pengumuman di bulan Desember 2020 mengenai transisi kepemimpinan dalam PMI.

Baca Juga: Peredaran Rokok Elektrik Ilegal Harus Jadi Perhatian Serius

Saat menerima penunjukannya, Olczak menegaskan komitmennya untuk mempercepat transformasi menuju bebas-asap yang telah dijalankan PMI sejak pertama kali diumumkan pada tahun 2016. Perusahaan kini fokus pada pengembangan, pembuktian secara ilmiah, serta komersialiasi secara bertanggung jawab atas produk-produk bebas asap yang memiliki risiko lebih rendah daripada rokok, dengan tujuan menggantikan rokok sesegera mungkin.

“Saya merasa terhormat dan bersemangat untuk memimpin PMI di tengah kian kencangnya laju transformasi kami menuju sebuah perusahaan bebas asap. PMI merupakan pemimpin industri di bidang inovasi ilmiah, dan ambisi kami adalah bahwa pada tahun 2025, lebih dari separuh dari pendapatan bersih kami akan berasal dari produk-produk bebas asap," ungkap Olczak.

"Portofolio kami yang terus berkembang akan menentukan arah dari masa depan kami dalam jangka panjang. Kami akan mengandalkan penelitian ilmiah dan keahlian kami, berbekal keahlian gabungan dan imajinasi untuk berinovasi jauh melampaui portofolio kami yang ada sekarang, serta untuk menjelajahi berbagai wilayah baru dari pengembangan bisnis," paparnya.

Olczak, 56, memulai kariernya di PMI pada tahun 1993. Di awali dengan berbagai posisi di bidang keuangan dan manajemen umum di berbagai negara Eropa, termasuk sebagai Direktur Pelaksana untuk pasar PMI di Polandia dan Jerman, serta Presiden Direktur untuk Wilayah Uni Eropa, sebelum diangkat sebagai Chief Financial Officer PMI di tahun 2012.

Olczak menduduki jabatan tersebut hingga 2018. Selanjutnya, ia ditunjuk sebagai Chief Operating Officer. Olczak memiliki gelar magister ekonomi dari University of Lodz di Polandia.

Ia juga telah menjadi penggerak penting dalam transformasi PMI menuju perusahaan bebas asap, khususnya dalam memasuki fase komersialiasi yang ditandai dengan peluncuran IQOS di Nagoya, Jepang, pada tahun 2014. Di bawah kepemimpinannya sebagai COO, PMI meningkatkan porsi pendapatan bersih yang dihasilkan dari produk-produk bebas asap menjadi 28% dalam kuartal pertama tahun 2021.

Lebih lanjut, sebagai COO, Olczak memimpin PMI dalam memperluas jangkauan produk-produk bebas asap dari 0 menjadi 66 pasar di kota-kota besar atau di tingkat nasional per tanggal 31 Maret 2021. Olczak juga memimpin transformasi komersial PMI, serta mengembangkan orientasi perusahaan dari awalnya hanya bisnis ke bisnis menuju sebuah perusahaan dengan orientasi bisnis-ke-konsumen.

Calantzopoulos mengatakan, Jacek kini ada di posisi yang ideal untuk mewujudkan visi bebas asap PMI. Semangatnya untuk perusahaan dan karyawan menjadi pendorong untuk mencapai hasil yang diinginkan, didukung dengan pengetahuannya yang mendalam mengenai produk, sistem, nilai-nilai serta investor.

"Saya yakin, Jacek adalah pemimpin yang tepat untuk memastikan bahwa bisnis kami terus tumbuh dan menghasilkan nilai bagi para pemegang saham kami. Saya tidak sabar untuk melanjutkan kerja sama kami dalam kapasitas baru saya sebagai Executive Chairman Dewan Direksi," ungkap Calantzopoulos.

Baca Juga: Indonesia Butuh Regulasi Khusus untuk Mengatur Rokok Elektrik

Sementara itu, Presiden Direktur Sampoerna, Mindaugas Trumpaitis, mengatakan: “Jacek telah menentukan arah transformasi PMI menuju bebas asap secara global. Keterampilan dan keahliannya menandakan dimulainya sebuah babak baru yang menarik bagi PMI.”

Di Indonesia, Sampoerna telah melakukan uji pasar terbatas untuk mempelajari potensi pasar dan perilaku perokok dewasa terhadap terhadap produk lebih rendah risiko (reduced-risk products). Hingga awal Mei 2021, jumlah anggota IQOS Club telah mencapai 38.744 orang.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Cukai Hasil Tembakau...
Cukai Hasil Tembakau Tidak Naik Tahun Depan Disambut Pelaku Usaha IHT
Industri Kretek Terancam,...
Industri Kretek Terancam, P3M Usulkan Transisi Regulasi Bertahap
Lindungi 6 Juta Pekerja,...
Lindungi 6 Juta Pekerja, Pengusaha Rokok Tagih Kepastian Tarif Cukai
Wacana Tambah Layer...
Wacana Tambah Layer Cukai Rokok Dinilai Tanpa Kajian, Awas Jadi Bumerang
Larangan Bahan Tambahan...
Larangan Bahan Tambahan Rokok Dinilai Tekan Industri Kretek, Bisa Picu PHK Massal
Konser Slank Bersama...
Konser Slank Bersama HS di Palembang Momen Romantisme Owner Haji Suryo
6 Juta Pekerja Rokok...
6 Juta Pekerja Rokok Terancam di PHK, Wamenaker: Kebijakan Harus Berpihak pada Rakyat
Cerita Haru Karyawan...
Cerita Haru Karyawan Difabel Rokok HS: Dulu Sering Ditolak Kerja, Kini Bisa Lunasi Utang
Rekomendasi
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Timnas Indonesia Gagal...
Timnas Indonesia Gagal ke Final Piala AFF U-19 Usai Dikalahkan Australia
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved