Vaksinasi Massal Mitra Pengemudi Gojek Jadi Kabar Baik Buat Konsumen
Jum'at, 07 Mei 2021 - 21:15 WIB
loading...
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai program vaksinasi COVID-19 secara massal seperti yang dilakukan Gojek menjadi kabar baik buat konsumen. Tapi ingat vaksin tidak membuat menjadi kebal. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai program vaksinasi COVID-19 secara massal seperti yang dilakukan Gojek terhadap ribuan mitra pengemudi membuat konsumen semakin terlindungi. Peran penting mitra pengemudi Gojek sebagai perantara perpindahan orang dan barang memberikan rasa aman kepada konsumen di tengah situasi pandemi yang belum jelas kapan akan berakhir.
Baca Juga: Berikan Rasa Aman ke Pelanggan, Puluhan Ribu Driver Gojek Divaksin Covid-19
Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi mengatakan, keamanan bagi konsumen di tengah pandemi Covid-19 merupakan yang utama terlebih di jasa layanan transportasi. ”(Vaksinasi kepada driver Gojek) akan menciptakan rasa aman bagi konsumen karena driver sudah divaksinasi. Syukur-syukur jika konsumennya sudah vaksinasi juga, jadi klop!” ujar Tulus di Jakarta.
Vaksinasi, kata Tulus, merupakan tindak lanjut dari perlindungan kepada konsumen pengguna transportasi termasuk ojek online (ojol) setelah sebelumnya diupayakan dengan berbagai perlengkapan dan standar Protokol Kesehatan (Prokes).
”Apalagi naik ojol kan tidak ada jarak karena berdekatan antara pengemudi dengan penumpang,” tambahnya.
Baca Juga: Berikan Rasa Aman ke Pelanggan, Puluhan Ribu Driver Gojek Divaksin Covid-19
Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi mengatakan, keamanan bagi konsumen di tengah pandemi Covid-19 merupakan yang utama terlebih di jasa layanan transportasi. ”(Vaksinasi kepada driver Gojek) akan menciptakan rasa aman bagi konsumen karena driver sudah divaksinasi. Syukur-syukur jika konsumennya sudah vaksinasi juga, jadi klop!” ujar Tulus di Jakarta.
Vaksinasi, kata Tulus, merupakan tindak lanjut dari perlindungan kepada konsumen pengguna transportasi termasuk ojek online (ojol) setelah sebelumnya diupayakan dengan berbagai perlengkapan dan standar Protokol Kesehatan (Prokes).
”Apalagi naik ojol kan tidak ada jarak karena berdekatan antara pengemudi dengan penumpang,” tambahnya.
Lihat Juga :