Kolaborasi Idenya Flux dan XL Axiata Menggugah Netizen
Minggu, 09 Mei 2021 - 05:42 WIB
loading...
Idenya Flux, sebuah advertising & digital agency yang berbasis di Senayan, Jakarta Selatan merancang sebuah kampanye Ramadhan sarat makna bertajuk #BersamaJadiLebihBaik. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kisah petugas medis yang terpapar Covid-19 dan bahkan kehilangan nyawa saat bertugas merawat pasien pun kerap kita dengar sejak merebaknya pandemi Covid-19. Beranjak dari hal tersebut, Idenya Flux, sebuah advertising & digital agency yang berbasis di Senayan, Jakarta Selatan merancang sebuah kampanye Ramadhan sarat makna bertajuk #BersamaJadiLebihBaik yang dikemas dalam bentuk video, untuk salah satu operator telekomunikasi selular terkemuka di Indonesia, PT. XL Axiata Tbk .
Baca Juga: 10 Kampanye Iklan Paling Berpengaruh di Dunia
Video yang berjudul Pesan Untuk Raka ini merupakan adaptasi dari kisah nyata yang menceritakan tentang kehidupan pasangan muda, dimana sang suami, Raka berprofesi sebagai seorang tenaga medis di rumah sakit. Kehidupan rumah tangga yang semula penuh kehangatan dan canda tawa, berubah menjadi penuh jarak seiring dengan merebaknya pandemi Covid-19.
Sang suami harus bertugas merawat pasien Covid-19 dan merelakan sebagian besar waktu kebersamaan dengan sang istri, Nina yang tengah mengandung anak pertama mereka. Jumlah pasien yang terus meningkat dari hari ke hari, membuat sang suami mengalami kelelahan hingga pada akhirnya terpapar Covid-19 yang merenggut nyawanya.
Sang istri yang tengah hamil tua saat ditinggalkan oleh sang suami untuk selamanya, merasakan pedih yang teramat dalam hingga sulit menerima kenyataan. Namun begitu, dukungan keluarga berhasil menguatkan dirinya menghadapi cobaan tersebut.
Baca Juga: 10 Kampanye Iklan Paling Berpengaruh di Dunia
Video yang berjudul Pesan Untuk Raka ini merupakan adaptasi dari kisah nyata yang menceritakan tentang kehidupan pasangan muda, dimana sang suami, Raka berprofesi sebagai seorang tenaga medis di rumah sakit. Kehidupan rumah tangga yang semula penuh kehangatan dan canda tawa, berubah menjadi penuh jarak seiring dengan merebaknya pandemi Covid-19.
Sang suami harus bertugas merawat pasien Covid-19 dan merelakan sebagian besar waktu kebersamaan dengan sang istri, Nina yang tengah mengandung anak pertama mereka. Jumlah pasien yang terus meningkat dari hari ke hari, membuat sang suami mengalami kelelahan hingga pada akhirnya terpapar Covid-19 yang merenggut nyawanya.
Sang istri yang tengah hamil tua saat ditinggalkan oleh sang suami untuk selamanya, merasakan pedih yang teramat dalam hingga sulit menerima kenyataan. Namun begitu, dukungan keluarga berhasil menguatkan dirinya menghadapi cobaan tersebut.
Lihat Juga :