Tak Perlu Mudik, Belikan Saja Bingkisan via E-Commerce!
Selasa, 11 Mei 2021 - 22:00 WIB
loading...
Wamendag Jerry Sambuaga.
A
A
A
JAKARTA - Wamendag Jerry Sambuaga turut menekankan mengenai perlunya mematuhi larangan mudik tahun ini. Sebagai gantinya, bisa membelikan bingkisan tanda mata kepada keluarga di kampung melalui marketplace dan berbagai jenis e-commerce lainnya.
“Ini pilihan yang yang tidak kita sukai mengingat mudik sudah jadi budaya kita. Tapi demi kebaikan Bersama kita tahan dulu agar tidak mudik. Sebagai gantinya, kita bisa berikan tanda mata dan bentuk silaturahmi ke keluarga melalui belanja online atau bentuk lainnya.” Kata jerry di Jakarta, Selasa (11/5/2021).
Baca Juga: THR Masih Banyak Dicicil, Ribuan Pekerja Ngadu ke Posko Kemnaker
Pemerintah memang sedang giat mendorong belanja online. Beberapa waktu lalu bahkan Pemerintah memberikan insentif sebesar Rp 500 milyar untuk perdagangan online. Dengan cara itu, diharapkan kegiatan ekonomi terus berjalan tetapi meminimalkan interaksi dan kerumunan di tempat-tempat perdagangan konvensional.
Silaturahmi pada momen lebaran ini diharapkan juga tidak membuat kerumunan-kerumunan atau interaksi antar kota yang membuka peluang meningkatnya penderita Covid. Pelajaran dari India dianggap seharusnya membuat Indonesia makin berhati-hati. Oleh karena itu pemerintah mengantisipasi agar momentum hari raya lebaran kali ini tidak membawa dampak Kesehatan dan keselamatan masyarakat.
Kembali pada belanja online, Perdagangan online di Indonesia memang terus meningkat. Pada masa pandemi. Peningkatan bukan saja terjadi dalam aspek nominal tetapi juga pengguna dan varian produk yang dibeli. Selain itu, Wamendag menekankan bahwa perdagangan online sudah makin meluas dan dilakukan oleh banyak sekali pelaku UMKM. karena itu, dengan menggalakkan belanja online di Hari raya bisa membangkitkan ekonomi masyarakat juga.
“Pada musim hari Raya seperti ini biasanya terjadi transfer uang dari kota ke desa, dari pusat ke daerah. Kalau kita tidak bisa mudik, kita tetap bisa mendorong transfer keuangan ini dengan belanja produk-produk daerah,” tegas Wamendag.
“Ini pilihan yang yang tidak kita sukai mengingat mudik sudah jadi budaya kita. Tapi demi kebaikan Bersama kita tahan dulu agar tidak mudik. Sebagai gantinya, kita bisa berikan tanda mata dan bentuk silaturahmi ke keluarga melalui belanja online atau bentuk lainnya.” Kata jerry di Jakarta, Selasa (11/5/2021).
Baca Juga: THR Masih Banyak Dicicil, Ribuan Pekerja Ngadu ke Posko Kemnaker
Pemerintah memang sedang giat mendorong belanja online. Beberapa waktu lalu bahkan Pemerintah memberikan insentif sebesar Rp 500 milyar untuk perdagangan online. Dengan cara itu, diharapkan kegiatan ekonomi terus berjalan tetapi meminimalkan interaksi dan kerumunan di tempat-tempat perdagangan konvensional.
Silaturahmi pada momen lebaran ini diharapkan juga tidak membuat kerumunan-kerumunan atau interaksi antar kota yang membuka peluang meningkatnya penderita Covid. Pelajaran dari India dianggap seharusnya membuat Indonesia makin berhati-hati. Oleh karena itu pemerintah mengantisipasi agar momentum hari raya lebaran kali ini tidak membawa dampak Kesehatan dan keselamatan masyarakat.
Kembali pada belanja online, Perdagangan online di Indonesia memang terus meningkat. Pada masa pandemi. Peningkatan bukan saja terjadi dalam aspek nominal tetapi juga pengguna dan varian produk yang dibeli. Selain itu, Wamendag menekankan bahwa perdagangan online sudah makin meluas dan dilakukan oleh banyak sekali pelaku UMKM. karena itu, dengan menggalakkan belanja online di Hari raya bisa membangkitkan ekonomi masyarakat juga.
“Pada musim hari Raya seperti ini biasanya terjadi transfer uang dari kota ke desa, dari pusat ke daerah. Kalau kita tidak bisa mudik, kita tetap bisa mendorong transfer keuangan ini dengan belanja produk-produk daerah,” tegas Wamendag.
Lihat Juga :