Gagal Bayar MTN Rp400 Miliar, TDPM Susun Proposal Restrukturisasi
Selasa, 11 Mei 2021 - 20:29 WIB
loading...
A
A
A
Dalam restrukturisasi yang disiapkan, ada beberapa kewajiban yang akan dilakukan perseroan. Perseroan, kata dia, juga menyiapkan alternatif selain restrukturisasi.
Baca Juga: Israel Diserang Ratusan Roket Gaza, Isyaratkan Akan Perang Besar-besaran
"Alternatif yang akan dilakukan adalah dalam waktu dua sampai tiga bulan maksimum kita sudah bisa melakukan proposal penyelesaian bersama dengan seluruh wali amanat, selanjutnya kita juga akan berkoordinasi dengan bank-bank yang sudah cukup lama bersama dengan Perseroan untuk mulai melakukan reschedule segala kewajiban Perseroan berikut anak-anak usaha," paparnya.
Hendri mengklaim hingga saat ini perseroan berhubungan cukup baik dengan kreditur. Namun, saat ini TDPM terpaksa harus melakukan penjadwalan ulang terhadap pembayaran kewajiban tersebut.
Dia meyakinkan bahwa komitmen dari manajemen maupun pemegang saham semuanya akan dapat terselesaikan karena kondisi fundamental perusahaan masih cukup memadai. "Hanya kalau membayar utang secara langsung maupun bunga tentu saja akan mengalami kesulitan, bukan hanya perseroan tapi industri secara umum," jelasnya.
Baca Juga: Israel Diserang Ratusan Roket Gaza, Isyaratkan Akan Perang Besar-besaran
"Alternatif yang akan dilakukan adalah dalam waktu dua sampai tiga bulan maksimum kita sudah bisa melakukan proposal penyelesaian bersama dengan seluruh wali amanat, selanjutnya kita juga akan berkoordinasi dengan bank-bank yang sudah cukup lama bersama dengan Perseroan untuk mulai melakukan reschedule segala kewajiban Perseroan berikut anak-anak usaha," paparnya.
Hendri mengklaim hingga saat ini perseroan berhubungan cukup baik dengan kreditur. Namun, saat ini TDPM terpaksa harus melakukan penjadwalan ulang terhadap pembayaran kewajiban tersebut.
Dia meyakinkan bahwa komitmen dari manajemen maupun pemegang saham semuanya akan dapat terselesaikan karena kondisi fundamental perusahaan masih cukup memadai. "Hanya kalau membayar utang secara langsung maupun bunga tentu saja akan mengalami kesulitan, bukan hanya perseroan tapi industri secara umum," jelasnya.
(fai)
Lihat Juga :