Usai Libur Lebaran, IHSG Berpeluang Menguat di Kisaran 5.883-5.972

Senin, 17 Mei 2021 - 07:22 WIB
loading...
Usai Libur Lebaran,...
Usai libur Lebaran 2021, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat hari ini dengan pergerakan di kisaran level 5.883-5.972. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Usai libur Lebaran 2021 , Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berpeluang menguat hari ini dengan pergerakan di kisaran level 5.883-5.972. Berdasarkan indikator, MACD telah membentuk pola golden cross di area negatif. Sementara itu, Stochastic dan RSI masih berada di area netral.

"Di sisi lain, terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG sehingga kedepannya berpeluang menuju ke resistance terdekat," ujar Analis Binaartha Sekuritas, M Nafan Aji Gusta Utama dalam risetnya, Senin (17/5/2021).

Baca Juga: Peruntungan Saham Konsumer dan Ritel Saat Lebaran Kali Ini Beda

Berdasarkan rasio fibonacci, adapun support maupun resistance maksimum berada pada 5.883,52 hingga 5.972,18.

IHSG sebelumnya ditutup melemah 0,63 persen ke 5.938, terdapat 153 saham menguat, 321 saham melemah dan 170 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp9,4 triliun dari 14,5 miliar lembar saham yang diperdagangkan.

Baca Juga: BUMN Antre Melantai di Bursa, Pertamina Jadi Penyumbang Terbanyak Anak Usaha

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut;

ADHI
Daily (1125) (RoE: 0.48%; PER: 153.07x; EPS: 7.48; PBV: 0.73x; Beta: 2.88): Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20, sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. “Akumulasi” pada area level 1115 – 1125, dengan target harga secara bertahap di level 1145, 1215 dan 1285. Support: 1115, 1090 & 1075.

AKRA
Daily (3220) (RoE: 10.90%; PER: 10.48x; EPS: 305.32; PBV: 1.15x; Beta: 1.74): Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. “Akumulasi” pada area level 3180 – 3220, dengan target harga secara bertahap di level 3290, 3420, 3600, 4010 dan 4420. Support: 3090.

BRPT
Daily (925) (RoE: 5.75%; PER: 32.93x; EPS: 28.24; PBV: 1.89x; Beta: 1.86): Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi” pada area level 910 – 925, dengan target harga secara bertahap di level 950, 980, 1025, 1195, 1370 dan 1540. Support: 885 & 850.

ELSA
Daily (336) (RoE: 0.17%; PER: 384.09x; EPS: 0.88; PBV: 0.66x; Beta: 1.88): Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada area level 330 – 336, dengan target harga secara bertahap di level 352, 370 dan 386. Support: 318.

MYOR
Daily (2540) (RoE: 25.84%; PER: 17.35x; EPS: 146.96; PBV: 4.48x; Beta: 0.14): Pergerakan harga saham menguji beberapa garis MA 20 maupun MA 200 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. “Akumulasi” pada level 2520 – 2540, dengan target harga secara bertahap di 2600, 2780 dan 2950. Support: 2520 & 2470.

PGAS
Daily (1215) (RoE: 8.03%; PER: 8.19x; EPS: 148.28; PBV: 0.66x; Beta: 2.46): Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. “Akumulasi” pada area level 1205 – 1215, dengan target harga secara bertahap di level 1230, 1270, 1310 dan 1355. Support: 1205 & 1185.

PSAB
Daily (202) (RoE: -1.66%; PER: -61.94x; EPS: -3.29; PBV: 1.03x; Beta: 1.6): Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. “Akumulasi” pada area level 196 - 202, dengan target harga secara bertahap di level 210, 216, 240, 266 dan 290. Support: 190.

UNTR
Daily (21450) (RoE: 10.91%; PER: 10.65x; EPS: 2018.16; PBV: 1.17x; Beta: 0.8): Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. “Akumulasi” pada area level 21300 – 21500, dengan target harga secara bertahap di 22050, 22650, 25175, 27725, 30250 dan 34500. Support: 21300 & 20100.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
Diwarnai Penguatan 307...
Diwarnai Penguatan 307 Saham, IHSG Dibuka Berbalik Menghijau ke 5.344
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Malapraktik Penguatan...
Malapraktik Penguatan Rupiah dan IHSG
Rekomendasi
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 1.200 Meter di Atas Puncak
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
Berita Terkini
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved