Berharap Perekonomian Tumbuh Signifikan di Kuartal II
Selasa, 18 Mei 2021 - 05:57 WIB
loading...
A
A
A
“Kami di kuartal II berusaha agar tidak turun lebih dalam lagi. Kalau pun minus, mungkin minus 2%," ungkapnya.
Dia menambahkan, butuh upaya luar biasa untuk bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan bisa mencapai 7% di kuartal II. Saat ini, kata dia, kendala utama adalah terbentur oleh Covid-19.
“Selama belum bisa dituntaskan, kita selalu dibayangi kondisi yang menghambat. Makanya target itu terlalu ambisius. Perkiraan kami pada kuartal II ini bisa naik 2% dari kuartal I saja sudah bagus," tambahnya.
Baca juga: Airlangga 'Pede' Ekonomi RI Bisa Meroket 7% di Kuartal II 2021
Lebih lanjut, Hariyadi menuturkan bahwa keinginan dari para pengusaha adalah supaya pemerintah bisa mendorong daya beli masyarakat dengan mengalokasikan bantuan sosial patut diapresiasi. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi diharapkan dapat terdongkrak dari konsumsi rumah tangga yang memang jadi kontribusi utama.
"Tapi, ini belum cukup kuat untuk membangkitkan ekonomi kita sebesar yang ditargetkan tadi," tuturnya.
Oleh karena itu, dia pun mendorong produktivitas angkatan kerja yang ada. Dia berharap RUU Omnibus Law Cipta Kerja bisa menjadi langkah untuk mengubah seluruh kebijakan terkait ketenaga kerjaan.
Dia juga sepakat bahwa RUU Cipta Kerja dibentuk untuk mengantisipasi bonus demografi yang dimiliki Indonesia. Dia juga mengingatkan pemerintah agar harus fokus dalam menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya.
"Saat ini saja sudah terjadi penurunan lapangan kerja yang signifikan di sektor formal. Kalau mau buat bangsa ini maju, ciptakan lapangan kerja," katanya.
Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Provinsi DKI Jakarta Sarman Simanjorang berharap, pemerintah mempercepat pemulihan perekonomian nasional agar target pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2021 tercapai dan bisa lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya.
"Pelaku usaha berharap agar pemerintah sigap mengantisipasi dampak resesi ekonomi yang dihadapi, pertama bagaimana upaya dan strategi agar pertumbuhan ekonomi kita jangan jatuh (minus) terlalu dalam, syukur-syukur tidak mencapai dua digit," katanya saat di hubungi KORAN SINDO.
Baca juga: Pandemi Corona, Satgas Ungkap Potensi Lonjakan Kasus Minggu Depan
Dia menambahkan, butuh upaya luar biasa untuk bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan bisa mencapai 7% di kuartal II. Saat ini, kata dia, kendala utama adalah terbentur oleh Covid-19.
“Selama belum bisa dituntaskan, kita selalu dibayangi kondisi yang menghambat. Makanya target itu terlalu ambisius. Perkiraan kami pada kuartal II ini bisa naik 2% dari kuartal I saja sudah bagus," tambahnya.
Baca juga: Airlangga 'Pede' Ekonomi RI Bisa Meroket 7% di Kuartal II 2021
Lebih lanjut, Hariyadi menuturkan bahwa keinginan dari para pengusaha adalah supaya pemerintah bisa mendorong daya beli masyarakat dengan mengalokasikan bantuan sosial patut diapresiasi. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi diharapkan dapat terdongkrak dari konsumsi rumah tangga yang memang jadi kontribusi utama.
"Tapi, ini belum cukup kuat untuk membangkitkan ekonomi kita sebesar yang ditargetkan tadi," tuturnya.
Oleh karena itu, dia pun mendorong produktivitas angkatan kerja yang ada. Dia berharap RUU Omnibus Law Cipta Kerja bisa menjadi langkah untuk mengubah seluruh kebijakan terkait ketenaga kerjaan.
Dia juga sepakat bahwa RUU Cipta Kerja dibentuk untuk mengantisipasi bonus demografi yang dimiliki Indonesia. Dia juga mengingatkan pemerintah agar harus fokus dalam menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya.
"Saat ini saja sudah terjadi penurunan lapangan kerja yang signifikan di sektor formal. Kalau mau buat bangsa ini maju, ciptakan lapangan kerja," katanya.
Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Provinsi DKI Jakarta Sarman Simanjorang berharap, pemerintah mempercepat pemulihan perekonomian nasional agar target pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2021 tercapai dan bisa lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya.
"Pelaku usaha berharap agar pemerintah sigap mengantisipasi dampak resesi ekonomi yang dihadapi, pertama bagaimana upaya dan strategi agar pertumbuhan ekonomi kita jangan jatuh (minus) terlalu dalam, syukur-syukur tidak mencapai dua digit," katanya saat di hubungi KORAN SINDO.
Baca juga: Pandemi Corona, Satgas Ungkap Potensi Lonjakan Kasus Minggu Depan
Lihat Juga :