Berharap Perekonomian Tumbuh Signifikan di Kuartal II

Selasa, 18 Mei 2021 - 05:57 WIB
loading...
A A A
Dia juga sepakat bahwa daya beli masyarakat atau konsumsi rumah tangga harus tetap terjaga agar tidak turun secara drastis di kuartal II. Serktor ini menjadi andalan karena selama ini mampu menopang pertumbuhan ekonomi secara umum.

Sektor lain yang harus diperbaiki adalah, kata dia, adalah menciptakan program padat karya untuk sementara menampung tenaga kerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Selanjutnya menyediakan modal kerja untuk UMKM, serta memastikan agar stimulus dan relaksasi untuk pelaku usaha benar-benar berjalan di lapangan," lanjutnya.

Di bagian lain, Anggota Komite Investasi Kementerian Investasi Rizal Calvary mengakui, pandemi Covid-19 sangat memukul perekonomian dan industri. Situasi ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di negara lain.

Dia menjelaskan, selama ini kendala menarik investasi itu bukan ada di kurangnya promosi terhadap calon investor, melainkan ada persoalan struktural yakni rumitnya perizinan.

“Bukan negara lain tidak tahu tentang Indonesia. Bukan investor tidak tahu tentang Indonesia. Investor tahu sekali potensi, kelebihan, dan daya saing Indonesia. Kendala paling struktural adalah rumitnya perizinan. Regulasi yang tumpang tindih dan bertele-tele,” kata Rizal di Jakarta kemarin.

Dia menambahkan, Kementerian Investasi yang baru dibentuk oleh Presiden Joko Widodo meyakini, bisa menarik investasi sebesar Rp900 triliun pada tahun ini. Untuk itu, Kementerian terus mengurai permasalahan di lapangan, mulai dari perizinan yang berbelit hingga mafia tanah.

Sementara itu, peneliti Indef Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, belanja pemerintah sebagai komponen penting dalam pemulihan ekonomi sampai saat ini belum menunjukkan performa sesuai ekspektasi. Dia mencontohkan, hingga April 2021 serapan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) baru mencapai 19,2% dari total Rp699 triliun.

Selain itu, pemerintah daerah juga masih lambat menyerap anggaran. Bahkan, cenderung baru disalurkan sebagian besar pada akhir tahun.

“Ada dana pemda yang mengendap di perbankan sebesar Rp182 triliun. Padahal selama larangan mudik, pemulihan ekonomi cenderung timpang antara kota besar dan desa,” ujarnya.

Terakit proyesi pemerintah yang menargetkan pertumbuhan ekonomi sampai 7% pada kuartal II, Bhima menilai hal tersebut sulit kendati ada indikator perbaikan di sektor manufaktur, ekspor dan konsumsi rumah tangga.

“Pekerjaan rumahnya adalah mempertahankan konsumsi masyarakat, optimalisasi ekspor dan membangkitkan geliat usaha di daerah. Selain itu pada saat tempat wisata dibuka dan pusat perbelanjaan penuh dikhawatirkan risiko penularan Covid-19 paska lebaran bisa meningkat,” ujarnya.
(ynt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dunia Bisnis Indonesia:...
Dunia Bisnis Indonesia: Bergerak Cepat, Kadang Terasa Kelewat Cepat
Langkah Mempermudah...
Langkah Mempermudah Pedagang Pasar Mendapatkan Kios
PMI Dorong Ekonomi Masyarakat...
PMI Dorong Ekonomi Masyarakat Papua Lewat Peternakan
Peternak Rakyat Teriak...
Peternak Rakyat Teriak Harga Ayam Hidup Merosot Tajam Sejak Nataru 2022/2023
Investasi Manufaktur...
Investasi Manufaktur Tembus Rp325,4 Triliun, Menperin: Momentum Genjot Ekonomi
Gerakan Wakaf Uang Bisa...
Gerakan Wakaf Uang Bisa Menjadi Energi Bangkitkan Ekonomi
Jadi Ketum DPN Gapempi,...
Jadi Ketum DPN Gapempi, Minarni Panggabean Komitmen Wujudkan Indonesia Emas 2045
FEB UNJ Resmi Buka International...
FEB UNJ Resmi Buka International Class Program dan 2 Prodi Baru
Fakultas Bisnis dan...
Fakultas Bisnis dan Keuangan MNCU Komitmen Mencetak Pemimpin Bisnis Masa Depan
Rekomendasi
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
Jadwal Lengkap Piala...
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
Berita Terkini
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved