Wow! China Dituding Kerek Harga Tabung Oksigen di India
Kamis, 20 Mei 2021 - 20:00 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/REUTERS
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah China membantah tudingan bahwa perusahaan China menaikkan harga oksigen di tengah gelombang kedua pandemi virus corona yang melanda India . Konsul Jenderal India untuk Hong Kong, Priyanka Chauhan minggu lalu meminta kepada pemerintah China untuk melakukan sesuatu mengenai harga peralatan medis yang naik dan meminta mereka meningkatkan jumlah penerbangan kargo supaya bisa mengirim barang-barang yang sekarang sangat diperlukan India.
"Apa yang ingin saya katakan adalah bahwa kami berharap saat ini jaringan pasokan tetap terbuka, dan harga produk tetap stabil," katanya kepada harian South China Morning Post seperti dilansir dari ABCNews, Kamis (20/5/2021). "Bahkan kalau pun ada tekanan antara pasokan dan permintaan, setidaknya soal harga harus bisa diprediksi dan stabil. Selain itu, harus ada dukungan pemerintah soal ini.
Baca Juga: Cair Bulan Depan, Segini Rincian Besaran Gaji ke-13 PNS
Perusahaan China dilaporkan mulai menaikkan harga bahkan lebih dari dua kali lipat untuk tabung oksigen dan konsentrator, sementara penerbangan kargo antar-kedua negara belum kembali normal setelah dihentikan karena adanya gelombang kedua penularan di India.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying dalam jumpa pers mengatakan bahwa harga konsentrator oksigen ditentukan oleh jumlah pasokan dan permintaan. Dia mengatakan bahwa permintaan global akan konsentrator oksigen sekarang ini tinggi karena kemampuan produksi tergantung pada pasokan bahan baku dasar dari Eropa.
"Kami setuju dengan pernyataan Konsul India di Hong Kong bahwa jaringan pasokan harus tetap terbuka dan stabil," katanya. "Kami berharap semua pihak mengambil langkah konkret guna memastikan jaringan pasokan dan industri global tetap stabil dan terbuka," kata dia.
Karena keterbatasan tempat tidur di rumah sakit di India, banyak pasien yang positif COVID-19 dengan gejala yang ringan menjalani perawatan di rumah. Karena itu, permintaan akan obat-obatan, termasuk tabung oksigen, juga melonjak di India setelah banyak warga berusaha membeli peralatan itu sendiri langsung dari China.
"Apa yang ingin saya katakan adalah bahwa kami berharap saat ini jaringan pasokan tetap terbuka, dan harga produk tetap stabil," katanya kepada harian South China Morning Post seperti dilansir dari ABCNews, Kamis (20/5/2021). "Bahkan kalau pun ada tekanan antara pasokan dan permintaan, setidaknya soal harga harus bisa diprediksi dan stabil. Selain itu, harus ada dukungan pemerintah soal ini.
Baca Juga: Cair Bulan Depan, Segini Rincian Besaran Gaji ke-13 PNS
Perusahaan China dilaporkan mulai menaikkan harga bahkan lebih dari dua kali lipat untuk tabung oksigen dan konsentrator, sementara penerbangan kargo antar-kedua negara belum kembali normal setelah dihentikan karena adanya gelombang kedua penularan di India.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying dalam jumpa pers mengatakan bahwa harga konsentrator oksigen ditentukan oleh jumlah pasokan dan permintaan. Dia mengatakan bahwa permintaan global akan konsentrator oksigen sekarang ini tinggi karena kemampuan produksi tergantung pada pasokan bahan baku dasar dari Eropa.
"Kami setuju dengan pernyataan Konsul India di Hong Kong bahwa jaringan pasokan harus tetap terbuka dan stabil," katanya. "Kami berharap semua pihak mengambil langkah konkret guna memastikan jaringan pasokan dan industri global tetap stabil dan terbuka," kata dia.
Karena keterbatasan tempat tidur di rumah sakit di India, banyak pasien yang positif COVID-19 dengan gejala yang ringan menjalani perawatan di rumah. Karena itu, permintaan akan obat-obatan, termasuk tabung oksigen, juga melonjak di India setelah banyak warga berusaha membeli peralatan itu sendiri langsung dari China.
Lihat Juga :