Ada Juga Ternyata! Duit Insentif Prakerja Dipakai Buat Bayar Utang
Jum'at, 21 Mei 2021 - 14:40 WIB
loading...
Berdasarkan hasil survei, uang insentif sebesar Rp600 ribu pada bulan pertama digunakan para peserta untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Selain itu ada juga untuk membayar cicilan kredit atau utang. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Berdasarkan hasil survei, uang insentif prakerja sebesar Rp600 ribu yang diterima pada bulan pertama digunakan para peserta untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Selain itu ada juga yang digunakan untuk membayar cicilan kredit atau utang.
Baca Juga: Ampuh, Survei Menunjukkan Pelatihan Prakerja Menggerus Jumlah Pengangguran
Direktur Eksekutif Manajemen Program (PMO) Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari mengatakan, berdasarkan hasil surveinya, uang insentif sebesar Rp 600 ribu yang diterima pada bulan pertama digunakan para peserta untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, seperti untuk membeli makan, biaya transportasi, dan kebutuhan lainnya.
"Porsi terbanyak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari itu 90%, kemudian sebanyak 25% untuk modal usaha karena sudah banyak yang mulai jualan kue, puding, dan lain-lain. Ada juga yang menggunakan uang insentif untuk menabung itu sebanyak 23% dan ada juga yang untuk membayar kredit atau utang 16%. Ini mereka bisa memilih lebih dari satu alasan dalam surveinya," jelas Denni beberapa waktu lalu.
Dia mengatakan, untuk insentif Program Kartu Prakerja, pemerintah sudah mengeluarkan anggaran sebesar Rp180 miliar. Hingga saat ini, tercatat ada 300 ribu orang yang telah mendapatkan insentif Rp600 ribu pasca pelatihan di program Kartu Prakerja.
Baca Juga: Ampuh, Survei Menunjukkan Pelatihan Prakerja Menggerus Jumlah Pengangguran
Direktur Eksekutif Manajemen Program (PMO) Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari mengatakan, berdasarkan hasil surveinya, uang insentif sebesar Rp 600 ribu yang diterima pada bulan pertama digunakan para peserta untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, seperti untuk membeli makan, biaya transportasi, dan kebutuhan lainnya.
"Porsi terbanyak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari itu 90%, kemudian sebanyak 25% untuk modal usaha karena sudah banyak yang mulai jualan kue, puding, dan lain-lain. Ada juga yang menggunakan uang insentif untuk menabung itu sebanyak 23% dan ada juga yang untuk membayar kredit atau utang 16%. Ini mereka bisa memilih lebih dari satu alasan dalam surveinya," jelas Denni beberapa waktu lalu.
Dia mengatakan, untuk insentif Program Kartu Prakerja, pemerintah sudah mengeluarkan anggaran sebesar Rp180 miliar. Hingga saat ini, tercatat ada 300 ribu orang yang telah mendapatkan insentif Rp600 ribu pasca pelatihan di program Kartu Prakerja.
Lihat Juga :