Jalan Lingkar Brebes-Tegal Rampung, Duit APBN Dipakai Rp223 Miliar
Sabtu, 22 Mei 2021 - 13:36 WIB
loading...
Pembangunan Jalan Lingkar Brebes-Tegal di Provinsi Jawa Tengah sudah selesai, dengan harapan dapat mendorong wilayah itu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi wilayah di koridor Pantai Utara (Pantura). Foto/Dok PUPR
A
A
A
JAKARTA - Pembangunan Jalan Lingkar Brebes-Tegal di Provinsi Jawa Tengah sudah selesai, dengan harapan dapat mendorong wilayah itu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi wilayah di koridor Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah. Dengan selesainya Jalan Nasional sepanjang 17,4 km ini akan mendukung konektivitas dan kelancaran arus lalu lintas di wilayah Brebes dan Tegal.
Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Industri dan Lingkungan sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR, Endra S. Atmawidjaja mengatakan, konektivitas antar wilayah diperlukan agar mobilitas logistik (barang dan jasa) dan manusia lebih efisien. Dengan konektivitas yang semakin baik, diharapkan perekonomian wilayah meningkat.
"Brebes dan Tegal memiliki banyak potensi untuk berkembang menjadi pusat pertumbuhan wilayah. Jalan lingkar ini melengkapi struktur jaringan jalan nasional di Pantura yang komplementer dengan Tol Trans Jawa, sehingga arus logistik melalui Pantura Jawa dapat dijamin kelancaran dan keselamatannya," kata Endra di Jakarta, Sabtu (22/5/2021).
Baca Juga: Perkuat Jalur Logistik, Tol Baru di Aceh dan Manado Siap Beroperasi
Pembangunan jalan arteri ini dimulai sejak tanggal kontrak 19 Desember 2019 dan telah selesai pada bulan Mei 2021 dengan dilengkapi penerangan dan marka jalan. Saat ini Jalan Lingkar Brebes-Tegal masih menunggu hasil uji layak fungsi sebagai syarat pengoperasian jalan baru (open traffic).
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah, Satrio Sugeng Prayitno menyampaikan, secara fisik Jalan Lingkar Brebes-Tegal sudah dapat digunakan, namun untuk pengoperasiannya harus dilakukan uji laik fungsi agar aman bagi pengguna jalan.
"Saat ini sudah dilakukan audit keselamatan dan sedang menunggu hasil agar segera dapat dilalui oleh masyarakat,” ujar Satrio.
Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Industri dan Lingkungan sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR, Endra S. Atmawidjaja mengatakan, konektivitas antar wilayah diperlukan agar mobilitas logistik (barang dan jasa) dan manusia lebih efisien. Dengan konektivitas yang semakin baik, diharapkan perekonomian wilayah meningkat.
"Brebes dan Tegal memiliki banyak potensi untuk berkembang menjadi pusat pertumbuhan wilayah. Jalan lingkar ini melengkapi struktur jaringan jalan nasional di Pantura yang komplementer dengan Tol Trans Jawa, sehingga arus logistik melalui Pantura Jawa dapat dijamin kelancaran dan keselamatannya," kata Endra di Jakarta, Sabtu (22/5/2021).
Baca Juga: Perkuat Jalur Logistik, Tol Baru di Aceh dan Manado Siap Beroperasi
Pembangunan jalan arteri ini dimulai sejak tanggal kontrak 19 Desember 2019 dan telah selesai pada bulan Mei 2021 dengan dilengkapi penerangan dan marka jalan. Saat ini Jalan Lingkar Brebes-Tegal masih menunggu hasil uji layak fungsi sebagai syarat pengoperasian jalan baru (open traffic).
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah, Satrio Sugeng Prayitno menyampaikan, secara fisik Jalan Lingkar Brebes-Tegal sudah dapat digunakan, namun untuk pengoperasiannya harus dilakukan uji laik fungsi agar aman bagi pengguna jalan.
"Saat ini sudah dilakukan audit keselamatan dan sedang menunggu hasil agar segera dapat dilalui oleh masyarakat,” ujar Satrio.
Lihat Juga :