Harga Vaksin Gotong Royong Rp879/Orang, Ekonom: Pengusaha Kecil Engga Punya Kesempatan
Sabtu, 22 Mei 2021 - 14:13 WIB
loading...
A
A
A
"Pemulihan ekonomi harusnya berawal bukan hanya dari perusahaan besar namun juga seluruh jenis badan usaha baik menengah maupun kecil. Harga yang mahal menyebabkan usaha kecil dan menengah meminta pegawainya mencari sendiri vaksin gratis dari pemerintah, mengingat usianya masih produktif, mereka harus menunggu sampai prioritas terakhir," tuturnya.
Baca Juga: Ekonom Tak Yakin Vaksin Gotong Royong Tak Bebani Karyawan
Fadhil Hasan berharap harga vaksin gotong royong perlu dijelaskan detail dan transparansinya kepada publik. Menurut dia, untuk menghindari persepsi diskriminasi dan motif bisnis, Kementerian BUMN, Kementerian Kesehatan dan Biofarma perlu menyampaikan transparansi cost structure dari vaksin gotong royong kepada publik.
"Berapa biaya vaksin sinopharm dan kenapa hanya vaksin tertentu saja yang digunakan. Seharusnya vaksin gotong royong tidak hanya diikuti oleh perusahaan besar saja karena mahalnya harga dibebankan kepada perusahaan tersebut," terang Fadhil.
"Harga vaksin gotong royong yang terlalu mahal ini banyak dikeluhkan pengusaha kecil dan menengah yang akan melakukan vaksinasi kepada pegawainya, sehingga dikhawatirkan hanya dapat dijangkau oleh pengusaha besar saja," jelasnya.
Baca Juga: Ekonom Tak Yakin Vaksin Gotong Royong Tak Bebani Karyawan
Fadhil Hasan berharap harga vaksin gotong royong perlu dijelaskan detail dan transparansinya kepada publik. Menurut dia, untuk menghindari persepsi diskriminasi dan motif bisnis, Kementerian BUMN, Kementerian Kesehatan dan Biofarma perlu menyampaikan transparansi cost structure dari vaksin gotong royong kepada publik.
"Berapa biaya vaksin sinopharm dan kenapa hanya vaksin tertentu saja yang digunakan. Seharusnya vaksin gotong royong tidak hanya diikuti oleh perusahaan besar saja karena mahalnya harga dibebankan kepada perusahaan tersebut," terang Fadhil.
"Harga vaksin gotong royong yang terlalu mahal ini banyak dikeluhkan pengusaha kecil dan menengah yang akan melakukan vaksinasi kepada pegawainya, sehingga dikhawatirkan hanya dapat dijangkau oleh pengusaha besar saja," jelasnya.
(akr)
Lihat Juga :