Ekonom Tak Yakin Vaksin Gotong Royong Tak Bebani Karyawan
Jum'at, 21 Mei 2021 - 19:56 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/MNCMedia
A
A
A
JAKARTA - Ekonom senior Fadhil Hasan menilai tata kelola vaksin gotong royong masih perlu diperbaiki mengingat belum ada pengawasan sistematik terhadap potensi pembebanan biaya vaksin kepada karyawan . Pernyataan pemerintah dan Kadin bahwa vaksinasi gotong royong tidak akan membebani pekerja memang masih perlu diuji lagi.
"Tantangan dari harga yang tinggi vaksin gotong royong adalah apakah benar perusahaan tidak akan membebani harga tersebut kepada para pekerja," ujarnya dalam siaran pers, Jumat (21/5/2021).
Baca juga:Percepatan Penanganan Covid-19 untuk Jaga Momentum Pertumbuhan Investasi
Sebagaimana diketahui bahwa berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) No. HK.01.07/MENKES/4627/2021, pendanaannya dibebankan kepada badan hukum atau badan usaha, dan penerima vaksin tidak bayar sendiri karena dibayarkan oleh badan usaha maupun badan hukum.
Fadhil mengingatkan bahwa beban perusahaan sudah besar imbas resesi sehingga membuat perusahaan berpotensi akan membebankan kepada karyawan secara tidak langsung seperti pemotongan variabel lain, peniadaan tunjangan kinerja, atau bonus lainnya.
"Tantangan dari harga yang tinggi vaksin gotong royong adalah apakah benar perusahaan tidak akan membebani harga tersebut kepada para pekerja," ujarnya dalam siaran pers, Jumat (21/5/2021).
Baca juga:Percepatan Penanganan Covid-19 untuk Jaga Momentum Pertumbuhan Investasi
Sebagaimana diketahui bahwa berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) No. HK.01.07/MENKES/4627/2021, pendanaannya dibebankan kepada badan hukum atau badan usaha, dan penerima vaksin tidak bayar sendiri karena dibayarkan oleh badan usaha maupun badan hukum.
Fadhil mengingatkan bahwa beban perusahaan sudah besar imbas resesi sehingga membuat perusahaan berpotensi akan membebankan kepada karyawan secara tidak langsung seperti pemotongan variabel lain, peniadaan tunjangan kinerja, atau bonus lainnya.
Lihat Juga :