Nih Dia 'Biang Kerok' Bocornya Data 279 Juta Penduduk Indonesia
Senin, 24 Mei 2021 - 15:29 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Bocornya data 279 juta penduduk Indonesia yang diduga berasal dari Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan disebabkan dua kemungkinan. Pertama adalah tindakan peretas (hacker) dan yang kedua transaksi data di internal BPJS Kesehatan.
Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, menyebut kemungkinan pertama didorong oleh motif bisnis yang dilakukan pihak eksternal. Sementara transaksi atau penjualan data terkait dengan upaya memperoleh kepentingan individu di internal BPJS Kesehatan itu sendiri.
Baca juga:Kebutuhan Logistik Naik jadi Angin Segar Bagi Industri Karoseri
Meski begitu, Timboel menggarisbawahi kemungkinan pertama lebih dominan. Dugaan ini dibarengi oleh penilaian bahwa perangkat sejumlah aplikasi pelayanan BPJS Kesehatan belum mendapat proteksi atau perlindungan dari di sisi teknologi dan informasi (IT) pendukungnya.
"Ada dua kemungkinan kebocoran, satu karena diretas. Kedua memang dijual oleh oknum dalam. Saya lebih lebih cenderung ke arah nomor satu, karena dari aplikasi-aplikasi yang dimiliki oleh BPJS Kesehatan ada banyak," ujar Timboel saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (24/5/2021).
Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, menyebut kemungkinan pertama didorong oleh motif bisnis yang dilakukan pihak eksternal. Sementara transaksi atau penjualan data terkait dengan upaya memperoleh kepentingan individu di internal BPJS Kesehatan itu sendiri.
Baca juga:Kebutuhan Logistik Naik jadi Angin Segar Bagi Industri Karoseri
Meski begitu, Timboel menggarisbawahi kemungkinan pertama lebih dominan. Dugaan ini dibarengi oleh penilaian bahwa perangkat sejumlah aplikasi pelayanan BPJS Kesehatan belum mendapat proteksi atau perlindungan dari di sisi teknologi dan informasi (IT) pendukungnya.
"Ada dua kemungkinan kebocoran, satu karena diretas. Kedua memang dijual oleh oknum dalam. Saya lebih lebih cenderung ke arah nomor satu, karena dari aplikasi-aplikasi yang dimiliki oleh BPJS Kesehatan ada banyak," ujar Timboel saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (24/5/2021).
Lihat Juga :