Telkom Siapkan Anggaran Rp35 Triliun untuk Perkuat Jaringan

loading...
Telkom Siapkan Anggaran Rp35 Triliun untuk Perkuat Jaringan
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) akan menggunakan dana Rp34 hingga Rp35 triliun sebagai anggaran belanja modal (capex) . Jumlah itu merupakan 25-26% dari total pendapatan Telkom tahun lalu yang mencapai Rp136,46 triliun.

Penggunaan capex perseroan didominasi untuk mengembangkan jaringan dan sebagian lainnya untuk digital platform serta digital service.

Baca juga:Anin Sebut Penanganan Covid-19 Seperti Menyalip di Tikungan

"Sebagian besar (capex) digunakan untuk mengembangkan network dan sebagian capex untuk digital platform dan digital service. Jadi, masih di network sebagian besar," ujar Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah Ririek dalam video conference yang dikutip, Sabtu (29/5/2021).

Selain mengembangkan jaringan, Telkom juga mulai menggarap berbagai layanan digital platform. Salah satunya perseroan akan menyelesaikan pembangunan data center di Cikarang, Kabupaten Bekasi, dan menambah jumlah data center di berbagai lokasi.

"Kemudian juga kita ketahui bahwa dengan adanya Covid maka kebutuhan masyarakat terhadap layanan kami semakin terasa. Kami yakini nantinya setelah post Covid akan berbeda sehingga kami menyiapkan diri untuk memberikan layanan kebutuhan yang dilakukan digital Makanya, kami menyiapkan diri agar post covid kami bisa berikan layanan ke masyarakat," kata dia.



Ririek menuturkan, secara umum perseroan memasang target adanya pertumbuhan low to med single digit dan EBITDA stabil di tahun ini.

Baca juga:Evakuasi Helikopter yang Jatuh di Danau Buperta Cibubur Sekitar 40 menit

Sementara itu, terkait restrukturisasi anak usaha, pihaknya akan melakukannya dari dua sisi. Dari satu sisi perseroan akan memperbaiki fundamental dan dilihat dari angka secara tahunan di 2020 sudah menunjukan hal yang positif.

"Di sisi lain kita menyiapkan diri untuk melakukan berbagai program ke depannya seperti go public, dan sebagainya. Mungkin juga nanti akan ada pembentukan anak usaha khusus yang fokus di layanan digital. Di satu sisi kita restrukturisasi dan ke depan kita mencoba merestrukturisasi anak usaha bisa capture potensi di area digital lebih baik lagi," ucapnya.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top