Pendapatan Turun, Laba Wijaya Karya Tergerus 21 Persen di Kuartal I-2021
Senin, 31 Mei 2021 - 08:16 WIB
loading...
Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Salah satu emiten badah usaha milik negara (BUMN) karya mencatatkan penurunan laba di kuartal I-2021. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) meraih laba sebesar Rp78,16 miliar atau lebih rendah 21,21% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp99,21 miliar.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp3,92 triliun atau turun 6,54% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,19 triliun dengan laba per saham dasar Rp8,72.
Baca juga:Ditiup Angin Segar Bursa Regional, IHSG Berpotensi Menguat di Awal Pekan
Pendapatan bersih perseroan terdiri atas infrastruktur dan gedung, energi dan industrial plant, industri, serta realty dan properti. Infrastruktur dan gedung tercatat menjadi penyumbang terbesar pendapatan sebesar Rp2,56 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp2,68 triliun.
Kemudian, industri tercatat Rp703 miliar atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp666,22 miliar. Sementara pendapatan energi dan industrial plant tercatat Rp589,21 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp667,64 miliar, realty dan properti tercatat Rp70,23 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp181,21 miliar.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp3,92 triliun atau turun 6,54% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,19 triliun dengan laba per saham dasar Rp8,72.
Baca juga:Ditiup Angin Segar Bursa Regional, IHSG Berpotensi Menguat di Awal Pekan
Pendapatan bersih perseroan terdiri atas infrastruktur dan gedung, energi dan industrial plant, industri, serta realty dan properti. Infrastruktur dan gedung tercatat menjadi penyumbang terbesar pendapatan sebesar Rp2,56 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp2,68 triliun.
Kemudian, industri tercatat Rp703 miliar atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp666,22 miliar. Sementara pendapatan energi dan industrial plant tercatat Rp589,21 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp667,64 miliar, realty dan properti tercatat Rp70,23 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp181,21 miliar.
Lihat Juga :