Pendapatan Turun, Laba Wijaya Karya Tergerus 21 Persen di Kuartal I-2021

loading...
Pendapatan Turun, Laba Wijaya Karya Tergerus 21 Persen di Kuartal I-2021
Foto/Dok
JAKARTA - Salah satu emiten badah usaha milik negara (BUMN) karya mencatatkan penurunan laba di kuartal I-2021. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) meraih laba sebesar Rp78,16 miliar atau lebih rendah 21,21% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp99,21 miliar.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp3,92 triliun atau turun 6,54% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,19 triliun dengan laba per saham dasar Rp8,72.

Baca juga:Ditiup Angin Segar Bursa Regional, IHSG Berpotensi Menguat di Awal Pekan

Pendapatan bersih perseroan terdiri atas infrastruktur dan gedung, energi dan industrial plant, industri, serta realty dan properti. Infrastruktur dan gedung tercatat menjadi penyumbang terbesar pendapatan sebesar Rp2,56 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp2,68 triliun.

Kemudian, industri tercatat Rp703 miliar atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp666,22 miliar. Sementara pendapatan energi dan industrial plant tercatat Rp589,21 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp667,64 miliar, realty dan properti tercatat Rp70,23 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp181,21 miliar.

WIKA mencatatkan adanya penurunan beban pokok penjualan di kuartal I-2021 menjadi Rp3,65 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp3,69 triliun. Beban penjualan menurun menjadi Rp1,50 miliar dari sebelumnya Rp2,32 miliar, serta beban umum dan administrasi juga turun menjadi Rp168,83 miliar dari sebelumnya Rp192,35 miliar.



Baca juga:Truk Bermuatan Beras Terguling di Tol Jatibening Pondok Gede

Sementara itu, kas bersih digunakan untuk aktivitas operasi tercatat Rp5,13 triliun, kas bersih diperoleh dari aktivitas investasi tercatat Rp166,23 miliar, dan kas bersih digunakan untuk aktivitas pendanaan tercatat Rp3,62 triliun.

Wijaya Karya mencatatkan liabilitas sebesar Rp45,06 triliun dan ekuitas Rp16,76 triliun. Adapun total aset perseroan menurun menjadi Rp61,82 triliun dibanding tahun 2020 sebesar Rp68,10 triliun.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top